Site icon NTD Indonesia

PKC Salah Perhitungan Dalam Serangan AS–Israel di Iran

Xi Jinping dikabarkan terpukul dengan kabar serangan udara AS-Israel yang menewaskan pemimpin Iran. Demikian laporan Epoch Times awal pekan ini. Sumber internal mengatakan berdasarkan diskusi antar kalangan petinggi Beijing, para pejabat China yakin bahwa AS dan Israel tidak akan secara langsung menargetkan penguasa tertinggi Iran. Dan ternyata prediksi mereka terbukti salah perhitungan.

Serangan tersebut menghantam Tehran dan beberapa kota utama, menewaskan pimpinan tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan menteri pertahanan beserta  40 pejabat senior Iran lain. Menurut sumber orang dalam, pejabat Beijing tidak memperkirakan situasi mengalami eskalasi dari hanya sebatas kampanye tekanan. Penilaian sebagian besar didasarkan pada pola-pola sebelumnya dimana Iran telah bertahun-tahun menghadapi tekanan dari AS dan Israel tanpa tindakan langsung terhadap pimpinan mereka. Oleh karena itu rezim China yakin bahwa kondisi itu tidak mungkin mengalami eskalasi.

Serangan tersebut juga berdampak pada kerja sama pertahanan antara Beijing dan Iran. Agen-agen pertahanan Iran telah lama menerima dukungan teknis dari Beijing, terutama pada sistem pengawasan. Namun strategi tersebut tidak dapat mencegah serangan.

Beberapa kamera pengawas yang dipakai Israel untuk melacak pergerakan pejabat Iran berasal dari China. Pakar berkata sebagian besar kamera pengawas Iran menggunakan teknologi China. Perangkat tersebut merupakan bagian dari pengawasan menyeluruh yang digunakan rezim Iran untuk memantau demonstran dan lawan politik. Israel dilaporkan berhasil menyadap beberapa kamera pengawas sejak tahun lalu, memberi akses bagi intelijen Israel untuk membuat peta jalan seluruh Tehran secara akurat, selanjutnya membantu melacak pergerakan dan aktivitas pejabat Iran sebelum serangan diluncurkan.