Pada hari Sabtu 24 Mei, perdana menteri China Li Qiang tiba di Indonesia dalam kunjungan resminya selama tiga hari. Bagi sebuah kelompok spiritual Falun Dafa yang dianiaya di Daratan China, bahkan melakukan latihan ini di Indonesia yang bebas pun, mereka merasakan tekanannya.
[Candratua, Praktisi Falun Dafa]:
“Tapi hari ini kami mendapat kabar yang kurang baik, beberapa instansi mendapatkan intervensi, mungkin karena kedatangan dari pemerintahan China ke Indonesia, sehingga meminta agar kegiatan-kegiatan disterilisasi. Seharusnya kami melakukan kegiatan ini di Tebet. Kami tidak diperkenankan untuk latihan di Tebet. Hari ini kami latihan di Cibubur.”
Latihan Falun Dafa adalah latihan kultivasi jiwa dan raga yang berinsip pada Sejati, Baik, dan Sabar. Sejak tahun 1999 latihan ini telah ditindas di daratan China atas kekhawatiran Partai Komunis China pada praktisi Falun Dafa yang jumlahnya telah melebihi jumlah anggota partai komunis.
[Candratua, Praktisi Falun Dafa]:
“Mungkin ada satu hal yang mungkin menjadi sebuah pertanyaan. Kenapa? Apa yang salah? Kita latihan kultivasi jiwa dan raga berdasarkan sejati baik sabar ini. Namun pemerintahan komunis sangat paranoid, ketakutan, padahal pemerintah komunis-lah yang memegang senjata, memegang kekuasaan, memegang uang, semuanya dipegang. Kami mungkin yang latihan yah, apalagi yang di Indonesia, ataupun yang di Tiongkok, itu tidak ada kuasa apapun. Oleh karena itu sekali lagi kita sebagai rakyat Indonesia, mari kita berdaulat, dan semoga latihan Falun Dafa di kemudian hari tidak diintervensi lagi.”
Dalam kegiatan latihan Falun Dafa di Cibubur kali ini, beberapa peserta baru membagikan pengalaman mereka melakukan sesi meditasi.
[Ibu Yati, asal Cijantung]:
“Pikirannya enak sih denger musiknya, kayaknya kemana, bayangannya juga dalam laut, di gunung-gunung, pikirannya jadi lebih tenang habis denger musiknya.”
[Liana, asal Cipayung]:
“Setelah latihan itu rasanya kayak lebih plong aja yah, karena ini kan baru pertama kali, kayak bener-bener dilatih kesabarannya, bener nggak sih? Dari sisi emosinya mungkin ya. Jadi biar nggak meluap-luap, mungkin gitu.”
[Ibu Yeti, asal Cibubur]:
“Dua minggu yang lalu saya sudah pengin gabung, cuma kayaknya buru-buru mau pulang, minggu depan mau ikut.”
NTD News melaporkan dari Cibubur.

