Fokus

PM Inggris Bentrok dengan Oposisi Buntut Kunjungan ke China

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dikecam oleh pemimpin oposisi Inggris pada sidang parlemen setelah ia memberikan pengarahan kepada parlemen seputar perjalanannya ke China pekan lalu. Berikut yang disampaikan Starmer terkait hubungan Inggris-China.

[Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris]:

“Selama 8 tahun, tidak ada perdana menteri Inggris yang mengunjungi China. 8 tahun peluang yang terbuang.”

Starmer merupakan pemimpin Eropa terbaru yang berupaya menggandeng China demi memperkuat perdagangan. Langkah ini memicu ketegangan dengan AS. Presiden Trump memperingatkan Inggris akan bahaya membuat kesepakatan dengan China.

Kunjungan Starmer juga menuai kritik tajam dari pihak oposisi.

[Kemi Badenoch, Pemimpin Oposisi Inggris]:

“Apa yang dia capai dari perjalanannya untuk Jimmy Lai? Tidak ada. Adakah China berjanji untuk berhenti menyokong mesin perang Putin di Ukraina? Kedengarannya tidak. Apa yang dicapai dari perjalanannya untuk rakyat Uyghur? Nihil. Apa China setuju untuk menghentikan serangan siber mereka yang tiada henti? Adakah? Kita semua tahu jawabannya. Yang ada, China menunjukkan kekuatannya dan Inggris sedang ditekan.”

Sejak menjabat pada Juli 2024, Starmer telah menghadapi tantangan dalam perekonomian Inggris. Untuk memperbaiki PDB negara yang hanya berkisar 0,1% di kuartal ketiga tahun lalu, ia memilih penguatan hubungan dengan China.

Sebelum kunjungannya ke Beijing, Starmer menyetujui rencana pembangunan mega-kedutaan China di London. Keputusan ini memicu pertentangan dari kritikus atas ancaman bahwa kedutaan tersebut bisa digunakan Beijing untuk spionase.

Sementara pembicaraan hanya membuahkan hasil yang terbatas. China memangkas tarif wiski Inggris sebesar 5% dan memberikan bebas visa 30 hari bagi warga negara Inggris. China juga mencabut pembatasan perjalanan terhadap beberapa anggota parlemen Inggris.