Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan bertolak ke China pada Selasa bersama 60 tokoh pengusaha, universitas, dan lembaga budaya, menjadikannya pemimpin Inggris yang melawat dalam delapan tahun terakhir. Maksud kunjungannya selain untuk merangkul para investor China untuk berinvestasi di Inggris juga memperoleh pasar China untuk layanan keuangan, mobil dan produk wiski skotlandia asal Inggris.
Ekonomi Inggris tengah mengalami perlambatan dengan pertumbuhan PDB sebesar 0,1% di kuartal ketiga 2025. Starmer juga menghadapi tantangan dalam kepemimpinannya dimana ia harus menyeimbangkan hubungan Inggris dengan China, AS dan Uni Eropa.
Dalam wawancara dengan Bloomberg, Starmer berkata Inggris akan bertemu dengan pemimpin China Xi Jinping tanpa merusak hubungan dengan AS dimana hubungan Inggris dan AS saat ini terjalin sangat baik dan akan berupaya mempertahankannya. Namun menurutnya, mengabaikan China bukanlah tindakan yang bijak.
Kritikus menganggap Starmer mengabaikan ancaman China bagi keamanan Inggris dengan membandingkan Starmer dengan pendahulunya yang memblokir China ke akses sektor infrastruktur telekomunikasi dan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir. Sementara itu, kelompok HAM mendesak Starmer untuk mengangkat kasus Jimmy Lai dengan Beijing. Lai seorang warga negara Inggris, juga aktivis pro-demokrasi. Ia dinyatakan bersalah oleh pengadilan Hong Kong. Kelompok HAM menilai kasus Lai menunjukkan bagaimana undang-undang keamanan nasional PKC dipakai untuk membungkam para kritikus.
