Fokus

Prancis Mengakui, Terjadi Genosida di Xinjiang

Dan di Prancis, anggota parlemen mengakui perlakuan Tiongkok terhadap Uighur sebagai ‘genosida’.

Ini, hanya 2 minggu sebelum Olimpiade Musim Dingin Beijing.

Pada hari Kamis, parlemen Prancis mengeluarkan mosi yang meminta pemerintah untuk mengutuk Tiongkok atas “kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida”.

Mosi tidak mengikat diadopsi dengan 169 suara setuju, dan 1 suara menentang.

Mosi tersebut juga meminta pemerintah untuk melindungi warga Uighur di Prancis dari segala intimidasi atau pelecehan oleh Tiongkok.

Sejauh ini, pemerintah AS, serta parlemen Inggris, Belanda, dan Kanada, telah mengutuk perlakuan Tiongkok terhadap Uighur sebagai “genosida”.

Apakah seragam untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing mendatang terkait dengan kerja paksa di wilayah Xinjiang?

Komite Olimpiade internasional, atau IOC, mengatakan hari Rabu: “Tidak.”

Pernyataan itu muncul setelah sebuah badan pemerintah AS menyelidiki IOC tentang masalah ini.

Komisi Eksekutif Kongres untuk Tiongkok mengatakan IOC telah bermitra dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk membuat seragam yang menggunakan kapas dari wilayah Xinjiang.

Komisi itu mengatakan, AS sekarang menganggap bahwa barang-barang yang bersumber di Xinjiang dibuat dengan kerja paksa, dan kapas yang diproduksi di sana identik dengan kerja paksa.

Salah satu perusahaan Tiongkok yang bermitra dengan IOC dilaporkan telah keluar dari grup ‘Better Cotton Initiative’.

Kelompok itu adalah nirlaba, yang mempromosikan produksi kapas berkelanjutan.

Mereka sebelumnya menarik diri dari Xinjiang, dengan alasan “meningkatnya risiko kerja paksa.”

Mitra IOC lainnya memiliki pabrik di Xinjiang dan secara terbuka mengiklankan produk, yang mengandung kapas, yang diproduksi di sana.

Badan AS itu mengatakan bahwa karena perusahaan-perusahaan Tiongkok menggunakan barang-barang Xinjiang, “ada kemungkinan yang mengkhawatirkan bahwa personel IOC atau orang lain yang menghadiri Olimpiade 2022 akan mengenakan pakaian yang terkontaminasi oleh kerja paksa.”

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI