Fokus

Presiden AS Joe Biden Mencabut Pembatasan TikTok dan WeChat

Presiden Joe Biden menghapus pembatasan pada aplikasi jejaring sosial TikTok dan WeChat. 

Pada saat yang sama, Departemen Perdagangan AS akan melakukan tinjauan berbasis bukti pada perangkat lunak buatan Tiongkok itu. 

Dengan fokus melindungi informasi kesehatan pribadi warga Amerika. 

Gedung Putih menarik pembatasan pada beberapa aplikasi Tiongkok. 

Blok-blok tersebut pertama kali diusulkan oleh pemerintahan sebelumnya. 

Perintah eksekutif era Trump berusaha untuk melarang aplikasi berbagi video, TikTok, dan platform pengiriman pesan, WeChat, dengan alasan masalah keamanan nasional. 

Presiden Biden menandatangani perintah eksekutif baru pada hari Rabu (9 Jun), mencabut larangan unduhan baru aplikasi tersebut. 

Dia sekarang memerintahkan Departemen Perdagangan AS untuk melakukan tinjauan “berbasis bukti” terhadap aplikasi yang dipasok atau dikendalikan oleh Tiongkok. 

Selain perlindungan data pengguna, departemen itu juga akan memberikan rekomendasi tentang cara melindungi informasi kesehatan pribadi warga Amerika. 

Dan akan mengatasi risiko aplikasi lain yang terhubung dengan musuh asing. 

Itu adalah menurut pejabat administrasi senior dari departemen tersebut. 

Sebuah pengajuan pengadilan mengatakan Departemen Perdagangan sedang menyelidiki klaim bahwa TikTok menimbulkan ancaman keamanan nasional, dan apakah itu bisa dibenarkan. 

Pembaruan akan dirilis akhir minggu ini. 

Mantan Presiden Trump menargetkan TikTok musim panas lalu dengan beberapa perintah eksekutif. 

Dokumen-dokumen itu menuduh aplikasi TikTok mengumpulkan data tentang pengguna. 

Percobaan larangan itu diblokir sementara oleh perintah pengadilan. 

TikTok mengajukan banding ke Pengadilan Banding AS meminta tinjauan ulang atas perintah era Trump, juga penyelidikan Komite Investasi Asing di AS. 

Prosesnya sedang berlangsung. 

TikTok adalah aplikasi berbagi video Tiongkok paling populer, platform jejaring sosial itu juga memiliki hampir 100 juta pengguna aktif bulanan di AS, dan hampir 700 juta di seluruh dunia.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI