Site icon NTD Indonesia

President Trump Sambut Xi Jinping Di Gedung Putih

President Trump menjamu pemimpin China, Xi Jinping, di Gedung Putih hari ini sebelum pembahasan seputar fentanil, perdagangan mineral tanah jarang hingga isu hak asasi manusia.

Trump mengatakan agenda utama pertemuan mereka akan membahas soal keamanan, teknologi, dan superintelligence. Selama beberapa hari, Trump senantiasa menekankan pentingnya AS unggul atas China di bidang AI. Sebelum pertemuan, Trump menulis di Truth Social, bahwa pembahasan utama hari ini akan berkisar seputar superintelligence. Trump berkata bahwa dirinya tidak akan mengubah regulasi AI yang ada dan ingin membiarkannya tetap seperti saat ini. Selain persaingan AI, ketegangan perdagangan masih berlanjut.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent baru saja mengumumkan tenggat waktu kesepakatan dagang Busan yang sebelumnya akan habis masa berlakunya pada 10 November, diperpanjang hingga 10 Januari, meski belum ada perjanjian resmi yang dicapai.

Sementara Xi Jinping mengeluarkan strategi diplomasi lunak ala PKC dengan berjanji akan mengundang 100.000 pelajar AS untuk belajar ke China serta mengirimkan dua ekor panda. Namun, senator Partai Republik mengingatkan ada maksud tersembunyi di balik tindakan PKC.

[Rick Scott, Senator Partai Republik AS]:

“Saya paham Trump harus bersikap diplomatik, tapi Xi, dia adalah orang yang licik. Dia membunuh kita dengan fentanyl, membangun militer untuk mengalahkan kita. Dia, kalian tahu, presiden berada di posisi yang sulit. Dia harus tetap diplomatis. Maksud saya, kita harus lihat faktanya, bahwa presiden-presiden sebelumnya telah membuat kita kekurangan sumber tanah jarang dan banyak masalah lain. Jadi Trump harus menyelesaikan semuanya. Namun, rakyat Amerika juga harus bangun dan sadar, Berhentilah membeli barang murahan dari China.'”

Seluruh agenda sudah diatur sedemikian rupa. Pihak China benar-benar ingin mengendalikan bukan hanya citra, tetapi juga narasinya di tanah Amerika. Kericuhan bahkan sudah terjadi sebelum kedua pemimpin tiba untuk sesi penyambutan, di mana delegasi China bentrok dengan agen Secret Service dan pers Amerika terkait posisi kamera jelang upacara penyambutan. Berikut cuplikannya.

Kericuhan tidak hanya terjadi di luar, tapi juga di dalam. Di dalam ruang pers, kamera menangkap momen saat seorang kamerawan China mendorong seorang reporter Amerika, sementara awak kamerawan China berlomba menerobos pintu ruang pers menuju Ruang Kerja Presiden Trump. Simak.

Kejadian serupa sebelumnya juga sempat terjadi saat presiden Trump berkunjung ke Beijing, di mana personel keamanan China bentrok dengan pengawal Gedung Putih hingga videonya viral di media sosial.