Fokus

Pria di Tiongkok Dinyatakan Positif Terinfeksi Setelah Karantina 3 Minggu

Beberapa pelancong yang kembali harus melakukan karantina selama 3 minggu di Tiongkok.

Tapi apakah itu cukup?

Pejabat Tiongkok melaporkan kasus virus baru pada hari Sabtu (11 Sep), dari seorang pria yang menghabiskan 21 hari di karantina.

Dia dites negatif sembilan kali, namun masih dilaporkan membawa virus ke negara tersebut.

Itu terjadi di provinsi Fujian, Tenggara Tiongkok, di mana wabah baru virus PKT melanda.

Pejabat lokal melaporkan setidaknya 75 kasus dalam tiga hari terakhir.

Kasus pertama adalah siswa dari sekolah dasar setempat.

Tapi para ahli menunjuk ke salah satu orangtua siswa – seorang Ayah yang baru saja kembali dari Singapura.

Dia diyakini menjadi kemungkinan sumber wabah.

Dia diuji sembilan kali di karantina, dan setiap kali, hasilnya negatif, sampai dia dites positif pada hari Jumat.

Itu 37 hari setelah dia memasuki Tiongkok, menurut media pemerintah, Global Times.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Para ahli tidak dapat menjelaskan bagaimana virus bisa tetap tersembunyi begitu lama.

Atau apakah dia terinfeksi di Tiongkok? Tidak ada yang tahu.

Kini pejabat setempat mengatakan kepada masyarakat, untuk tidak meninggalkan daerah tersebut.

Mereka telah menangguhkan layanan bus dan kereta, menutup bioskop dan bar, serta fasilitas lainnya.

Dan mereka telah meningkatkan pengujian massal.

Kasus-kasus itu muncul setelah wabah lain yang didorong varian Delta.

Itu menyebar ke lebih dari setengah provinsi Tiongkok pada bulan Juli, setelah muncul di provinsi Timur, Jiangsu.

Sebagai tanggapan, otoritas menempatkan puluhan juta penduduk di bawah penguncian ketat, dan meluncurkan kampanye pelacakan serta pengujian besar-besaran.

Pada akhir Agustus, pejabat kesehatan mengumumkan wabah itu “secara efektif dikendalikan.” Karena kurangnya transparansi di bawah rezim Tiongkok, kami tidak dapat memverifikasi apakah wabah tersebut benar-benar teratasi.

Tapi, kasus-kasus yang melonjak, tampaknya menantang kebijakan virus ‘nol toleransi’ Tiongkok.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI