Fokus

Pria yang Didukung Beijing akan Menjadi Pemimpin Hong Kong Selanjutnya

Pemilihan pemimpin Hong Kong berikutnya berlangsung pada hari Minggu lalu, dan mantan kepala keamanan kota itu menang telak dengan lebih dari 99% suara.

Tapi apakah dia benar-benar sepopuler itu?

Dan apa yang bisa kita harapkan dari kandidat yang didukung Beijing ini?

Sebuah komite pemilihan pada hari Minggu memberikan suara secara rahasia untuk kepala eksekutif Hong Kong berikutnya.

Dan tidak mengherankan jika mantan kepala keamanan John Lee terpilih, terutama karena dia adalah satu-satunya kandidat.

Pemilihan tersebut mengikuti perubahan besar tahun lalu pada undang-undang pemilihan Hong Kong, yang memastikan hanya apa yang disebut “patriot” ke Beijing, yang dapat memegang jabatan.

Uni Eropa menyebut pemilihan itu sebagai “langkah lain dalam membongkar prinsip ‘satu negara, dua sistem’.”

Menanggapi kritik tersebut, kemenlu Tiongkok mengatakan pemilihan dilakukan dengan “sesuai, adil dan tertib sesuai dengan hukum dan peraturan.”

Menambahkan bahwa itu “membuktikan bahwa sistem pemilihan baru adalah sistem yang baik.”

Jadi apa yang bisa kita harapkan dari pemimpin Hong Kong selanjutnya?

Kembali pada 2019, Lee memimpin tindakan keras terhadap protes besar-besaran pro-demokrasi kota saat menjabat sebagai menteri keamanan.

Di bawah Lee, polisi melepaskan tanggapan keras termasuk penangkapan massal dan menggunakan metode brutal, seperti gas air mata dan peluru karet, terhadap para pengunjuk rasa.

Dia juga merupakan tokoh kunci dalam mendorong RUU ekstradisi yang diusulkan, yang akan mengirim tersangka Hong Kong ke Tiongkok daratan, di mana pengadilan beroperasi di bawah Partai Komunis yang berkuasa.

Lee akan menggantikan pemimpin saat ini Carrie Lam pada 1 Juli.

Masa jabatan lima tahun Lam ditandai oleh protes pro-demokrasi yang menyerukan pengunduran dirinya, – sebuah tindakan keras keamanan yang menekan semua perbedaan pendapat, serta gelombang COVID-19 baru-baru ini yang menenggelamkan sistem kesehatan, suatu peristiwa yang telah merusak reputasi Hong Kong sebagai pusat bisnis internasional dengan kebebasan ala Barat.

Mantan anggota dewan legislatif Ted Hui bekerja bersama Lee di masa lalu.

Dia memperkirakan bahwa dukungan Beijing terhadap Lee menandakan bahwa pemerintah pusat sedang mencari seseorang yang dapat diandalkan untuk memastikan bahwa otoritasnya di Hong Kong tidak pernah dipertanyakan lagi.

“Dia jarang berbicara, dan setiap kali dia berbicara, dia hanya akan membaca dari naskah. Dia tidak memiliki karakternya sendiri.”

Hui mengatakan bahwa Beijing tidak menginginkan pemimpin yang cakap, tapi pemimpin yang dapat melakukan perintahnya.

“Beijing hanya menginginkan seseorang yang ekstrim setia, seseorang yang sangat baik dalam menjalankan perintah.”

Hui berkata, dia menduga lebih banyak pelanggaran HAM, tindakan keras brutal, serta undang-undang berat akan datang di bawah kepemimpinan yang baru.

Di bawah aturan pemilihan baru, Lee adalah satu-satunya kandidat yang mendapat dukungan dari Beijing.

Beberapa orang, termasuk seorang produser film, telah menyatakan minatnya untuk mencalonkan diri, tapi tidak memasukkan nama mereka selama proses pencalonan.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI