Rezim China telah bersumpah melawan Washington sampai akhir dalam perdagangan. Namun, apakah pemilik pabrik China setuju dengan Beijing? Kami mewawancarai produsen di China untuk mengetahui situasi mereka. Flora Hua dari NTD melaporkan.
Posting media sosial China mengungkapkan gambaran yang meresahkan. Kontainer menumpuk di seluruh wilayah tersibuk China. Pabrik-pabrik menunda operasi, memberi pekerja mereka cuti panjang. Lee adalah pemilik pabrik di China selatan.
[Lee, Pemilik Pabrik]:
“Sekarang banyak pekerja pabrik yang dirumahkan dan sebagian besar pabrik beralih ke pasar domestik. Ini telah menjadi perang harga dengan persaingan internal yang ketat. Banyak pabrik tidak dapat lagi bertahan.”
Seorang pemilik pabrik di kota Qingdao berkata bisnisnya dulu menghasilkan sedikitnya 700.000 dolar setahun, tetapi sejak perang tarif dimulai…
[Pemilik Pabrik di Qingdao, China]:
“Kami pada dasarnya telah tutup selama seminggu terakhir. Kami juga mengembalikan pesanan. Persaingan pasar cukup ketat.”
Bagaimana penurunan ekspor China mempengaruhi ekonomi terbesar kedua secara keseluruhan? Seorang pemilik bisnis dari pusat teknologi China, Shenzhen, berbagi kekhawatirannya dengan kami.
[Pemilik Bisnis di Shenzhen, China]:
“Situasinya sangat parah. Kami langsung tidak dapat mengatasinya setelah tarif itu diberlakukan. Dan bukan hanya pabrik, sektor ritel, layanan makanan dan minuman,
farmasi, semua jenis bisnis. Mereka semua terdorong ke jurang. Seluruh ekonomi dalam kesulitan dan orang-orang sulit bertahan hidup.”
China baru-baru ini merampungkan pameran dagang terbesarnya, Canton Fair. Banyak yang melihatnya sebagai tolok ukur yang mencerminkan situasi disana. Beberapa eksportir memberitahu Epoch Times bahwa pameran tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan sebelumnya. Banyak pedagang juga menutup stan mereka lebih awal. Beberapa pengunjung pameran berkata jarang melihat klien dari AS dan Eropa tahun ini. Analis mengatakan perdagangan antara AS dan China pada dasarnya terputus setelah tarif mencapai 100%.
Danny Lau memiliki bisnis manufaktur di Hong Kong.
[Danny Lau, Pemilik Bisnis di Hong Kong]:
“Pasar AS adalah pasar yang sangat besar sehingga sulit digantikan. Sebagian besar laba kami berasal dari pasar AS. Jadi, tanpanya, akan sulit bagi kami.”
Sebagian besar klien AS-nya telah menghubungi untuk membatalkan pesanan, dan berkata mereka akan berhenti memesan jika perang dagang berlanjut. Postingan dan komentar media sosial yang mencerminkan kesulitan bisnis China sebagian besar telah disensor.
Flora Hua, NTD News.

