Fokus

Seorang Profesor Ditangkap Setelah Mengkritik Rezim Tiongkok

Seorang profesor hukum di Beijing, bernama Xu Zhangrun telah dibawa oleh polisi.

Penangkapannya terjadi setelah dia menerbitkan artikel online yang mengkritik rezim Tiongkok.

Seorang temannya, Nyonya Jen, memberitahu kami bahwa profesor Xu ditahan atas tuduhan bergaul dengan prostitusi.

Namun Jen mengatakan bahwa klaim itu keji dan fitnah, dan mengatakan bahwa itu digunakan dalam upaya untuk mendiskreditkannya.

Dia menyebut Partai Komunis “tidak tahu malu.”

Otoritas Tiongkok juga menggunakan tuduhan serupa untuk membungkam para kritikus rezim, yang lain.

Profesor Xu adalah satu dari sedikit cendekiawan terkemuka Tiongkok yang berani menentang PKT.

Dia menyelesaikan studi doktoralnya di University of Melbourne di Australia, dan kemudian mengajar di Universitas Tsinghua di Beijing, sebuah sekolah bergengsi yang pernah didatangi oleh pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, dan banyak pejabat PKT lainnya.

Dalam artikel yang dia tulis sebelumnya, Profesor Xu menantang PKT untuk: mengungkap kebenaran tentang asal-usul virus PKT, dan menemukan jumlah kasus sebenarnya di Tiongkok.

Secara resmi menyebut “Hari Dr. Li Wenliang” sebagai “Hari Kebebasan Berbicara” di Tiongkok.

Membubarkan kelompok polisi internet yang memantau media sosial, bubarkan organisasi Partai Komunis di dalam perusahaan, sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga lainnya, dan,

membebaskan jurnalis warga negara yang ditahan, juga pengacara, pemimpin kelompok spiritual, dan yang lainnya, yang telah ditekan karena perjuangan mereka dalam melawan ketidakadilan.

Profesor Xu pernah berkata, “untuk memerintah dengan menggunakan manusia sebagai alat, adalah lebih beracun daripada virus apa pun.”

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.