Fokus

Protes di Kampus PolyU Hong Kong: Tim Dibentuk, Bujuk Pemrotes Terakhir Keluar

Didalam Kampus PolyU HK (Foto: Screenshot NTDTV)
Didalam Kampus PolyU HK (Foto: Screenshot NTDTV)

Setelah kubu pro-demokrasi telah unggul telak dalam pemilihan dewan distrik Hong Kong pada tanggal 24 November lalu, perhatian warga Hong Kong beralih ke kondisi para pengunjuk rasa yang masih bertahan di dalam kampus PolyU. Pada hari Senin 25 November, legislator pro-demokrasi Gary Fan Kwok-wai, Ron Kwong Chun-yu dan Ip Kin-yuen membentuk tim yang juga beranggotakan para pekerja sosial lainnya, untuk berbicara dengan para pengunjuk rasa yang masih bertahan di dalam kampus.

Sehari sebelumnya, tiga pengunjuk rasa telah keluar dari PolyU, salah seorang dikawal keluar kampus dengan kursi roda dan dibawa dengan ambulans. Terlihat kondisi fisik dan psikologisnya telah sangat memprihatinkan.

Salah satu pengunjuk rasa yang keluar pada tanggal 24 November, dengan berbalutkan selimut oranye, terlihat dalam kondisi fisik dan mental yang memprihatinkan.
(Foto: Screenshot NTDTV)

Salah seorang pengunjuk rasa yang masih bertahan pada hari Senin, dengan nama samaran Norym, memberitahu wartawan bahwa orang-orang yang bertahan di dalam kampus sangat ketakutan pada polisi. Mereka tidak berani keluar mencari makanan, dan hanya memakan makanan kering seperti biskuit.

Pengunjuk rasa yang masih bertahan di dalam kampus PolyU pada hari Senin, 25 November dengan nama samaran Norym, memberikan kesaksian pada wartawan.
(Foto: Screenshot NTDTV)

“Saya pikir ini membahayakan keselamatan mereka, mereka tidak merasa aman sekalipun di malam hari. Ini bertujuan agar Anda merasa lebih stress, lebih gugup, lebih takut, membuat Anda di dalam kampus pun merasakannya setiap menit,” katanya bersaksi.

Sementara pada hari Selasa, 26 November, tim beranggotakan pihak manajemen universitas, sekuriti, konselor dan palang merah Hong Kong masuk ke kampus untuk mengecek apakah masih ada pengunjuk rasa yang tertinggal. Mereka menemukan seorang pemrotes wanita dan membujuknya untuk pergi.

“Kami telah menyapu seluruh kampus secara sistematis dan menemukan satu pengunjuk rasa di bangunan perkumpulan mahasiswa,” kata wakil presiden Universitas, Wai Ping-kong. Namun, ia tidak bisa mengkonfirmasi apakah masih ada pengunjuk rasa lain yang masih bersembunyi didalam kampus.

Universitas PolyU telah menjadi panggung perang antara para pengunjuk rasa dengan polisi di Hong Kong dua minggu terakhir, dimana kekerasan terjadi paling parah pada tanggal 17 November lalu.

Minggu lalu, polisi Hong Kong telah berkata bahwa mereka yang masih di bawah umur tidak akan ditangkap, namun identitas mereka akan dicatat. Sejak itu, mereka yang menyerah dan keluar kampus berjumlah lebih dari 1,000 orang, dimana informasi pribadi mereka dicatat, atau langsung ditangkap. (ntdtv/crl/lia)