Fokus

Protes Olimpiade Beijing di Yunani

Suara meningkat atas penentangan Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing.

Itu mengingat pelanggaran HAM yang diketahui, oleh rezim Komunis Tiongkok.

Dua aktivis kini telah ditangkap di Yunani, karena melakukan protes menentang penyelenggaraan Olimpiade di Tiongkok.

Kelompok-kelompok internasional menyerukan pembebasan dua aktivis HAM di Athena.

Mereka ditahan oleh polisi Yunani pada hari Minggu.

Itu, untuk memanjat ke perancah di dekat pintu gerbang Acropolis, dan memegang spanduk, memprotes Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

“Boikot Beijing 2022! Boikot Beijing 2022!”

Salah satu dari dua wanita itu berasal dari Tibet, yang lain dari Hong Kong.

Keduanya tergabung dalam grup ‘No Beijing 2022’.

Kampanye tersebut menyerukan kepada Komite Olimpiade Internasional, atau IOC, untuk membatalkan keputusannya, untuk mengadakan Olimpiade musim dingin di Beijing.

Mengutip pelanggaran HAM oleh rezim Komunis Tiongkok.

Tenzin Yangzom, siswa, ‘Free Tibet’: “Kami menyerukan boikot penuh terhadap Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 karena genosida Tiongkok terhadap orang-orang Uighur dan tingkat penindasan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Tibet, Hong Kong, Mongolia Selatan, dan Taiwan yang independen dan demokratis.”

Protes itu terjadi satu hari sebelum api Olimpiade dinyalakan di Yunani untuk acara mendatang.

IOC telah menghadapi kritik yang lebih dan semakin keras dari kelompok-kelompok HAM atas masalah tersebut.

Juan Antonio Samaranch, Kepala Komisi Koordinasi IOC: “Orang mungkin setuju dan orang mungkin tidak setuju dalam beberapa hal, Olimpiade adalah tentang mencoba menyatukan semua orang. Jadi, saya tidak berpikir saya harus mengomentari protes tersebut.”

Sebelumnya, Presiden AS, Joe Biden menghadiri rededikasi di pusat HAM Universitas Connecticut.

Di sana, dia mengutuk pelanggaran terhadap etnis minoritas Uighur di Tiongkok, Rohingya di Burma, serta penggunaan kelaparan dan kekerasan seksual di Ethiopia Utara.

Joe Biden, Presiden AS: “Di mana pun kita melihat sesama manusia tidak diperlakukan manusiawi, bukan berarti kita berperang, tapi kita harus berbicara. Diam, seperti yang Ayah saya ingatkan, diam adalah keterlibatan.”

Biden juga telah mengumumkan bahwa AS bergabung kembali dengan Dewan HAM PBB, membalikkan pengunduran diri mantan Presiden AS, Donald Trump 3 tahun lalu.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI