Fokus

Protes Tenaga Kerja di Tiongkok Akibat Pemadaman Listrik

Pemadaman listrik yang meluas di Tiongkok juga berdampak pada rantai pasokan global, kini menyebabkan masalah bagi salah satu pemasok raksasa teknologi AS, Apple.

Ratusan pekerja memprotes, karena beberapa dari mereka akan diberhentikan, sementara mereka yang masih bekerja, mungkin akan segera menerima upah yang lebih rendah.

Sekitar seribu karyawan Sunrex Technology memprotes.

Mereka semua bekerja untuk cabang yang sama, dari perusahaan manufaktur elektronik tersebut, yang berlokasi di kota Suzhou, Tiongkok Selatan.

Salah satu dari mereka memberi tahu kami, upah mereka akan turun lebih dari 10%, dan beberapa pekerja paruh waktu akan diberhentikan.

Dan semua ini terjadi karena krisis listrik Tiongkok.

Karyawan Sunrex, Li, mengatakan kepada NTD hari Senin, bahwa protes terus berlanjut hingga minggu kerja, setelah dimulai akhir pekan ini.

Li: “Mungkin ada lebih dari 1.000 orang hari ini, dan lebih banyak lagi di sekitar sini… Beberapa dari mereka tiba di sini pada pukul satu hingga dua dini hari. Mereka telah menunggu sampai sekarang.”

Tiongkok memulai penjatahan listrik di musim panas ini.

Karena daya yang hanya sementara, atau dikurangi, banyak pabrik terpaksa ditutup secara berkala.

Li: “Karena penjatahan listrik, Sunrex tutup sebagian, dan kami tidak punya cukup jam kerja. Kami dipekerjakan oleh perantara, sebagai ‘pekerja per jam’. Kami dibayar per jam. Tapi kini beberapa yuan akan dikurangi dari per jam-nya. Jadi kami tidak ingin mengerjakannya lagi.”

Li menyalahkan perusahaan jasa tenaga kerja yang mengontrak karyawan untuk perusahaan, yang mencari tenaga kerja.

Dia berkata, mereka memanfaatkan pemadaman listrik untuk mengurangi upah karyawan.

Li: “Perusahaan layanan tenaga kerja mengurangi upah kami, bukan Sunrex Technology. Sunrex juga menderita akibat pemadaman listrik, kami tidak punya pekerjaan yang harus dilakukan.”

Karena itu, para pekerja kini menuntut kompensasi dari perusahaan layanan tenaga kerja.

Li: “Perantara tidak pernah muncul. Polisi sekarang membantu kami menyebarkan berita. Ada banyak kekacauan di sini sekarang. Kami diusir. Pintu masuk ke bangunan Sunrex diblokir, dan sekarang kami tidak bisa masuk.”

Sunrex berbasis di Taiwan, itu adalah produsen keyboard komputer laptop terbesar di dunia.

Pelanggannya termasuk Apple, Dell, HP, dan Samsung.

Sunrex mendirikan cabang di kota Suzhou untuk alasan bagus.

Kota itu terletak di salah satu provinsi manufaktur teratas Tiongkok.

Tapi kekurangan listrik dalam beberapa bulan terakhir menghantam daerah itu dengan keras.

Selain itu, beberapa perusahaan asing baru-baru ini pindah keluar Tiongkok.

Misalnya, raksasa ritel AS, Walmart mengumumkan rencana awal bulan ini, untuk memindahkan departemen bisnis pemasok globalnya ke India.

Sebuah survey juga menunjukkan, 3 dari 4 perusahaan Amerika antara sudah pindah, atau sedang berencana untuk memindahkan, sedikitnya sebagian dari jalur produksi mereka, keluar dari Tiongkok.

Begitu juga, hampir 1.700 perusahaan Jepang, mengajukan subsidi relokasi untuk pindah keluar dari Tiongkok, lebih awal tahun ini.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI