Fokus

Protes Terjadi Saat Diplomat Tiongkok Berpidato di Australia

Sebuah protes di Sydney, Australia meletus pada hari Jumat lalu.

Xiao Qian, Duta Besar Tiongkok untuk Australia, berada di tengah-tengah pidatonya di ‘University of Technology’, Sydney, saat para demonstran menyela.

Selama sambutannya di Institut Hubungan Australia-Tiongkok universitas itu, beberapa pengunjuk rasa masuk, memegang poster tentang kemerdekaan Tibet, Xinjiang, dan Hong Kong.

Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Australia, dan pelanggan utama bijih besinya.

Tapi hubungan di antara mereka telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Beijing memberlakukan serangkaian sanksi perdagangan terhadap produk Australia dalam sebuah langkah yang secara luas dipandang sebagai pembalasan.

Itu setelah Australia menyerukan penyelidikan tentang asal-usul Covid-19, dan melarang raksasa telekomunikasi Tiongkok, Huawei dari jaringan 5G-nya.

Mengutip pelarangan Huawei, Duta Besar Xiao menyalahkan Australia karena menyebabkan rusaknya hubungan.

Dia mengatakan larangan itu, “Mungkin bisa digambarkan sebagai tembakan pertama yang benar-benar merusak hubungan bisnis normal kita.”

Dia juga meminta pemerintah Canberra yang baru terpilih untuk mengambil tindakan.

Wakil Perdana Menteri Australia, Richard Marles, juga membuat pernyataan baru-baru ini tentang hubungan Australia dengan Tiongkok.

Kamis, menandai hari terakhir kunjungannya ke India, di sana, dia mencatat bahwa baik India dan Australia memiliki hubungan perdagangan yang signifikan dengan Beijing.

Tapi dia menyentuh aspek lain juga.

“Anda tahu untuk India dan Australia, Tiongkok adalah mitra dagang terbesar kami. Untuk India dan Australia, Tiongkok adalah kecemasan keamanan terbesar kami. Kami berdua berusaha mendamaikan, hal-hal yang bukan masalah mudah untuk dipecahkan.”

Amerika Serikat, India, Jepang, dan Australia bersama-sama membentuk empat negara Indo-Pasifik yang dikenal sebagai Quad.

Quad dipandang sebagai penyeimbang bagi Tiongkok.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI