Fokus

Provinsi “Berisiko Tinggi” di Tiongkok, Kembali Meningkatkan Tindakan Pencegahannya

Acara “Two Sessions” tahun ini, adalah yang terpendek dalam sejarah. Pertemuan itu adalah pertemuan politik terpenting PKT dalam setahun.

Terlepas dari semua tindakan pencegahan, pertanyaan di benak semua orang masih adalah: “Akankah virus menyerang Beijing?”

Perwakilan “Two Sessions” diminta untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari, sebelum mereka boleh pergi ke Beijing, namun tampaknya tidak semua orang melakukannya.

Pertemuan tingkat provinsi di 2 provinsi baru saja selesai pada 12 Mei, para pesertanya kemudian berangkat ke Beijing.

Mereka jelas tidak punya cukup waktu untuk mengisolasi diri selama 14 hari, sebelum mereka pergi.

Juga pada 18 Mei, delegasi dari provinsi Heilongjiang, di mana wabah sedang serius sekarang, telah mengadakan pertemuan sebelum menuju ke Beijing.

Kualitas tes virusnya juga dipertanyakan.

Seorang pakar medis Tiongkok terkemuka, mengakui bahwa mereka hanya memiliki tingkat akurasi 30-50%.

Banyak alat tes yang dijual ke negara lain dikembalikan ke Tiongkok karena kualitasnya yang buruk. Dan seringkali, dibutuhkan beberapa kali tes sebelum orang yang terinfeksi menunjukkan hasil positif.

Pada 21 Mei, provinsi Jilin di Timur Laut Tiongkok telah meningkatkan tindakan pencegahan dan pengendaliannya terhadap virus PKT, lagi.

Saat ini, ada 2 daerah berisiko tinggi dan 3 daerah berisiko sedang di provinsi ini.

Di bawah langkah-langkah baru, setiap orang yang kembali dari daerah berisiko tinggi sejak 1 April, harus tinggal di pusat karantina selama 14 hari, lalu kemudian 7 hari lagi untuk isolasi di rumah.

Jika seseorang kembali dari daerah berisiko sedang, mereka harus tinggal di rumah selama 14 hari.

Video 18 Mei ini menunjukkan orang-orang dari satu daerah berisiko tinggi, berbaris untuk dites. Ada begitu banyak orang, hingga pengetesan itu berlanjut sampai malam.

Kota Changchun berada di provinsi ini tetapi bukan daerah berisiko tinggi atau sedang. Namun seorang warga dari Changchun mengatakan kepada kami bahwa sangat sulit untuk mencari pekerjaan, dan banyak keluarga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dia mengecam pihak berwenang Tiongkok karena menjanjikan 2 miliar Dolar kepada WHO, tetapi hampir tidak memberi apa-apa kepada rakyat Tiongkok.

Lebih banyak berita tentang wabah pneumonia akibat infeksi COVID-19 dari Wuhan, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.