Fokus

Raksasa Farmasi Barat Diduga Praktekkan Suap di Tiongkok

(Image: Screenshot)
(Image: Screenshot)

Sebuah gelombang baru tindakan penyuapan tengah melanda beberapa perusahaan multinasional raksasa Barat di Tiongkok.

Baru-baru ini Reuters melaporkan, Amerika Serikat sedang menggalakkan gelombang baru penyelidikan terhadap sejumlah perusahaan peralatan medis ternama seperti Siemens, Singular (dikenal sebagai General Electric) dan Philips, yang diduga telah menyuap para pejabat Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan direktur rumah sakit melalui perantara lokal.

Laporan Reuters tersebut menyebutkan, Singular dan Philips telah menyangkal melakukan pelanggaran hukum apapun, dan menyatakan tidak tahu bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa Efek (SEC) Amerika Serikat tengah menyelidiki bisnis mereka.

Belum lama ini, New York Times melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan seperti Siemens, General Electric, Toshiba dan Philips pernah mengatakan, rumah sakit di Tiongkok sering memaksa mereka untuk melakukan serangkaian transaksi penjualan melalui perantara. Diduga sebagian besar penyuapan terjadi melalui perantara ini.

Laporan juga mengatakan bahwa tahun lalu, surat kabar Jerman “Süddeutsche Zeitung” melakukan survei, menyoroti beberapa kasus di Tiongkok dimana karyawan dan perwakilan penjualan Siemens telah dituduh melakukan penyuapan. Ketika wartawan surat kabar melacak berkas di pengadilan tentang kasus yang melibatkan Siemens, Philips, GE dan Toshiba, kerap ditemukan selapis atau beberapa lapis perantara yang berkolusi dengan rumah sakit, dan mereka-lah yang menentukan harga peralatan medis. Dari hasil penyelidikan, ditemukan bahwa dengan cara ini, harga peralatan bisa naik setidaknya 50% atau 100% lebih tinggi.

Praktek penyuapan yang melibatkan perusahaan multinasional di Tiongkok seperti ini pernah juga terjadi di masa lampau.

Pada 7 Agustus 2012, Komisi Sekuritas dan Bursa Efek (SEC) AS pernah mengungkapkan, Pfizer, sebuah perusahaan farmasi multinasional yang bermarkas di New York dan anak perusahaannya Wyeth di AS, demi memperbesar penjualan, telah menyuap para pejabat Tiongkok dan staf medis. 

SEC menuduh bahwa Wyeth, dari tahun 2005 hingga tahun 2010, telah memberikan uang tunai kepada para dokter dan perawat di rumah sakit umum dan rumah sakit lainnya, untuk menjamin produk bernutrisi Wyeth diresepkan ke perempuan hamil.  

Pada Mei 2005, Departemen Kehakiman AS juga pernah mengungkap bahwa anak perusahaan Depp Corporation, produsen peralatan diagnostik terbesar di dunia yang berada di Tianjin, sejak tahun 1991 dalam kurun waktu 11 tahun telah menyuap sebesar 1,62 juta dolar AS agar rumah sakit milik pemerintah di Tiongkok mau membeli produk mereka. Depp Corp. diperkirakan telah meraup keuntungan sebesar 2 juta dolar AS.

Mengapa banyak perusahaan multinasional ternama, setelah memasuki pasar Tiongkok, jadi terlibat dengan praktek suap-menyuap ini?

Zheng Haochang, seorang komentator urusan terkini di Amerika Serikat berpendapat, rezim Partai Komunis Tiongkok-lah yang sebenarnya telah membuka pangsa pasar bagi suap-menyuap ini.

“Faktanya, bukan orang-orang dari perusahaan Barat lebih disiplin daripada orang Tiongkok, itu karena mereka tidak berani melintasi batasan norma dalam kerangka demokrasi dan supremasi hukum di Barat. Sementara di Tiongkok, tidak ada batasan norma seperti itu. Hanya masalah waktu sebelum perusahaan Barat terseret ke dalam pusaran yang korup ini,” kata Zheng.

Bagi perusahaan-perusahaan seperti ini, jika ingin mendapatkan akses pasar, mendapatkan order, atau merealisasikan rencana ekspansi, kekuasaan merupakan hal yang penting, sehingga praktik suap-menyuap menjadi hal yang tak terhindarkan. (ntdtv/ljy/kar/lia)