Fokus

Relawan Staf Medis Hong Kong Ikut Jadi Korban Ledakan Gas Air Mata

Relawan Staf Medis yang Ditembak Gas Air Mata (Image: Screenshot)
Relawan Staf Medis yang Ditembak Gas Air Mata (Image: Screenshot)

Pada tanggal 2 November, Sabtu malam, polisi dan pemrotes Hong Kong bentrok dalam proses penyapuan di Times Square di Causeway Bay Hong Kong. Menurut laporan City Broadcasting Channel (CBC), dalam bentrokan tersebut, seorang relawan staf P3K ditembak bom gas air mata oleh polisi Hong Kong di punggungnya, sebelum ia jatuh tersungkur ke tanah dan tak sadarkan diri.

Saat itu staf P3K tersebut tidak mengenakan masker. Relawan P3K lainnya dan wartawan CBC segera memapah korban menjauhi tempat yang dipenuhi gas air mata dan kabut asap, dan memberinya pertolongan pertama.

【112 銅鑼灣即時】1845 時代廣場對出,一名急救員被手擲式催淚彈炸傷後背,背部大範圍燒傷,一度出現休克情況。據消息指,該中國製手擲式催淚彈燃燒溫度極高,急救員中彈時後背曾發出火光。事發時片段:https://www.facebook.com/207097505984138/posts/3320147078012483?vh=e&d=n&sfns=mo攝/Bun

Dikirim oleh 城市廣播 City Broadcasting Channel (CBC) pada Sabtu, 02 November 2019

Dilansir dari HKFP, jurnalis CBC melaporkan bahwa mereka melihat “api” dan suara ledakan di punggung relawan P3K tersebut sesaat setelah punggungnya dilempari bom gas air mata. Relawan tersebut mengalami shock dan pingsan, sebagian besar kulit di punggungnya terbakar, hitam dan mengelupas. Setelahnya, korban dilarikan ke Rumah Sakit Ruttonjee.  

Diduga bom gas air mata yang digunakan oleh dilempar oleh polisi Hong Kong tersebut merupakan produk Tiongkok, yang memiliki suhu daya bakar sangat tinggi.

South China Morning Post pada tanggal 11 Oktober pernah melaporkan, bahwa persediaan bom gas air mata polisi Hong Kong telah menipis, sehingga pemasok Tiongkok mengirimkan sejumlah besar bom gas air mata untuk mereka gunakan. Informasi dari dalam kepolisian mengatakan bahwa tipe kaleng gas air mata yang digunakan merupakan model Jing An KF-302-20-CS Grenade Canister, merupakan model yang sama yang digunakan PLA (Tentara Pembebasan Rakyat) Anti-Terorisme Tiongkok. Menurut sumber tersebut, model ini memiliki daya ledak lebih cepat, menghasilkan kabut asap lebih tebal, dan membuat target lebih sulit merespon tepat pada waktunya.

Sebelumnya, polisi Hong Kong diketahui mendapatkan stok gas air mata mereka dari Inggris. Atas  perintah Menlu Jeremy Hunt, Inggris telah menghentikan ekspor gas air mata dan peluru karet ke Hong Kong pada bulan Juni, saat demonstrasi mulai terjadi di Hong Kong.

Sementara itu bulan lalu Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat juga telah mengesahkan UU Perlindungan Hong Kong (H.R. 4270) yang melarang ekspor peralatan seperti gas air mata dan peluru karet ke Hong Kong. (ntdtv/crl/lia)