Kekhawatiran kembali muncul terkait rencana pembangunan mega konsulat China di London. Berlokasi dekat pusat keuangan kota dan berada tepat di atas jaringan komunikasi vital, ini memicu sinyal akan potensi ancaman terhadap kepentingan keamanan di Inggris, Eropa, bahkan AS. Meski demikian, pemerintah Inggris mungkin akan segera memberikan lampu hijau.
China berniat memindahkan kedutaan besarnya di London ke lokasi baru yang ukurannya 10 kali lebih besar dari saat ini, bahkan hampir dua kali lipat kedutaan China di Washington. Rencana “mega kedutaan” ini telah menghadapi penolakan sengit selama berbulan-bulan. Keputusan akhir berada di tangan Wakil Perdana Menteri Angela Rayner, yang akan diumumkan pada Selasa di Kantor kementerian.
Sekelompok aktivis, anggota parlemen, dan warga lokal kembali menyerukan penolakan atas rencana tersebut.
“Mega kedutaan, pergi! Tidak di London, tidak hari ini!”
[Iain Duncan Smith, Politisi Inggris]:
China adalah ancaman terbesar saat ini, yang mengacaukan tatanan dunia. Sekarang, pemerintah malah ingin memberi mereka tempat di atas semua jalur komunikasi penting yang menghubungkan kota ini dengan berbagai tempat dan dinas keamanan.”
Mega Kedutaan yang dimaksud berlokasi sangat dekat dengan pusat keuangan Kota London dan Gedung Parlemen. Hal ini berulangkali memicu kekhawatiran dari intelijen dan politikus Inggris terkait isu keamanan dan spionase.
Rencana ini sebenarnya sudah ditolak DPR pada 2022. Namun, pemerintah China kembali mengajukan proposal itu pasca kemenangan Perdana Menteri Keir Starmer tahun lalu, berharap rencana itu bisa disetujui.
[Lord David Alton, Anggota Parlemen Inggris]:
“Bagaimana bisa keputusan lokal, suara warga, dan keberatan mereka diabaikan? Kesepakatan apa yang sebenarnya terjadi antara Inggris dan Xi Jinping?”
Pekan lalu, kepada parlemen Menlu David Lamy berkata tidak ada kesepakatan kotor apapun dengan China. Xi Jinping secara pribadi telah berbicara dengan Starmer tentang rencana mega kedutaan, namun Gedung Putih memperingatkan Inggris untuk tidak membangunnya dekat pusat keuangan kota.
Anggota Kongres AS Moolenaar dan Krishnamoorthi turut menyampaikan kekhawatiran. Mereka mengatakan kedekatan lokasi kedutaan China dengan jalur komunikasi vital dan pusat keuangan dianggap mengancam aliansi intelijen Five Eyes dan seluruh Eropa dan mendesak Inggris untuk melindungi kepentingan keamanan bersama sebagai sekutu.
Senada, mantan kepala CIA Leon Panetta pekan lalu menegaskan bahwa Inggris harus mengambil langkah apapun untuk memastikan China tidak memanfaatkan lokasi kedutaan barunya untuk mengakses intelijen Inggris atau AS.
