Fokus

Resolusi Historis Xi Jinping, Arah Baru Partai Komunis Tiongkok: Analis

Pemimpin Komunis Tiongkok, Xi Jinping sedang mencoba untuk membawa Tiongkok ke arah yang baru, yang akan berdampak besar pada komunitas internasional.

Seorang analis urusan Tiongkok berbicara dengan NTD.

Pemimpin Komunis Xi Jinping, ingin mengarahkan masa depan Tiongkok.

Dengan melakukan itu, dia menghadirkan interpretasi baru atas masa lalu.

Menjelang kongres nasional tahun depan,

Partai Komunis menyetujui ringkasan sejarah 100 tahun awal bulan ini, yang disebut “resolusi historis.”

Ini adalah hal besar, karena ini menandai ketiga kalinya Partai merilis dokumen semacam itu.

Dan setiap kali itu terjadi di masa lalu, Partai mengubah arahnya.

Kali ini, analis urusan Tiongkok, Tang Jingyuan, mengatakan arah baru ini bertujuan untuk mendapatkan supremasi global.

Tang: “Sangat mungkin di masa depan, arah kebijakan Xi Jinping akan bergeser ke keadaan yang semakin bermusuhan dengan komunitas internasional.”

Dua “resolusi historis” pertama dikeluarkan pada tahun 40-an dan 80-an, masing-masing oleh pemimpin saat itu, Mao Zedong, dan Deng Xiaoping berturut-turut.

Dalam versi kedua, Deng mengkritik Revolusi Kebudayaan Mao, dan mulai mereformasi Tiongkok dari ekonomi yang direncanakan secara terpusat, ke sistem pasar.

Tapi dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya, versi Xi Jinping menggunakan retorika yang sangat berbeda.

Tang: “Dalam resolusi historis kedua, kita dapat melihat bahwa ada bagian besar yang mengutuk kultus kepribadian dan tindakan diktator Mao. Dalam resolusi historis ketiga ini, semua itu menghilang.”

Versi Xi lebih banyak menyebut dirinya daripada pendahulunya, sebagian besar dari itu memuji.

Itu mungkin bertepatan dengan penghapusan batas dua masa jabatan Tiongkok untuk kepala Partai Komunis pada 2018.

Ini dapat secara efektif memungkinkan Xi untuk tetap berkuasa tanpa batas.

Ada kelalaian lain yang jelas.

Di bagian yang memuliakan dan meringkas kekuasaan PKT atas negara itu, ungkapan terkenal Deng lainnya untuk reformasi ekonomi Tiongkok, “berpegang teguh pada reformasi dan keterbukaan,” tidak terlihat di mana pun.

Tang: “Xi Jinping sebenarnya telah menolak arah pembangunan yang terpusat pada ekonomi, pada resolusi historis ketiga ini. Dia kemungkinan akan beralih ke arah kebijakan yang didasarkan pada perjuangan politik, seperti yang dilakukan Mao.”

Tang mengatakan, Xi dapat percaya bahwa itu adalah tanggung jawab historisnya untuk membangun tatanan dunia baru bagi Tiongkok.

Ambisinya ditampilkan dalam berbagai upaya, rencana infrastruktur Sabuk dan Jalan Tiongkok, peningkatan penekanan pada mata uang digital, dan internasionalisasi mata uang Tiongkok, yuan.

Tapi Tang menambahkan, ambisi Xi juga dihadapkan dengan penolakan besar, baik di dalam maupun di luar negeri.

Tang: “Kita dapat melihat bahwa Xi Jinping sekarang menghadapi lingkungan internasional yang terisolasi, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini terkait erat dengan arah politik yang dia kejar. Dia pasti mendapat penolakan di dalam [Partai]. Namun sejauh ini, tidak ada bukti kuat untuk membuktikannya. Itu bisa menghalangi dia dari mengejar rute tersebut.”

Tang mengatakan sulit untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam Partai, karena kurangnya transparansi.

Namun dia mengatakan secara keseluruhan, kesimpulan dari “resolusi historis” ketiga kalinya ini sederhana: Bahwa Partai Komunis siap untuk membalik halaman pada bab baru, namun mungkin akan menjadi ‘yang kurang damai’ di bawah Xi.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI