Fokus

Respon Amerika Atas Peringatan Keras Tiongkok

Deplu AS menanggapi peringatan dari Beijing.

Pada hari Senin, seorang diplomat tinggi Beijing menyebutkan beberapa garis merah yang dia katakan, tidak boleh AS lewati, jika ingin terlibat dalam dialog dengan rezim Tiongkok.

Ned Price, jubir Deplu AS: “Saya pikir komentarnya mencerminkan pola berlanjutan dari kecenderungan Beijing untuk menghindari kesalahan atas praktik ekonomi predatornya, kurangnya transparansi, kegagalannya untuk menghormati perjanjian internasionalnya, dan penindasannya terhadap hak asasi manusia universal.”

Menlu Tiongkok mengatakan, rezim Tiongkok ingin mengatur ulang hubungannya dengan AS, tapi hanya dengan beberapa syarat.

Salah satunya adalah AS harus berhenti mengkritik catatan HAM PKT di Hong Kong dan Xinjiang.

Beijing juga meminta pemerintahan Biden untuk mencabut tarif Trump atas barang-barang Tiongkok dan menghapus sanksi terhadap perusahaan teknologi Tiongkok.

Tapi Departemen Luar Negeri AS tidak setuju.

Price: “Kami akan terus mempertahankan nilai-nilai demokrasi kami, ketika hak asasi manusia dilanggar di Xinjiang, Tibet, atau di tempat lain di Tiongkok, atau ketika otonomi diinjak-injak di Hong Kong.”

Deplu AS juga menambahkan, bahwa AS akan mendekati rezim Tiongkok dari posisi yang kuat.

Price: “Kami akan bekerja sama erat dengan sekutu dan mitra kami di seluruh badan. Inilah tepatnya yang kami lakukan dengan Quad. Inilah tepatnya yang kami lakukan dengan sekutu dan mitra kami di Eropa. Inilah tepatnya yang kami lakukan dengan sekutu dan mitra kami di Indo-Pasifik, untuk mendekati Tiongkok dari posisi yang kuat.”

Gedung Putih juga bereaksi terhadap tuntutan Beijing pada hari yang sama.

Dikatakan bahwa hubungan AS-Tiongkok adalah salah satu persaingan yang kuat.

Dan pemerintah AS akan bekerja dengan sekutu-sekutunya dalam masalah Tiongkok.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI