Menteri luar negeri AS, Marco Rubio, akan mengunjungi Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain pekan ini untuk membahas memorandum terkait Iran, termasuk upaya pengamanan jalur maritim di Selat Hormuz, serta stabilitas di kawasan Timur Tengah. Di Bahrain, Rubio juga akan menemui Dewan Kerja Sama Teluk, yang merupakan aliansi enam monarki Sunni mencakup Arab Saudi, Qatar, dan Oman. Meski Dewan Teluk sepenuhnya mendukung diakhirinya perang AS-Iran, namun beberapa poin dalam memorandum tersebut memicu kekhawatiran, yakni mengenai potensi Iran menyalahgunakan dana rekonstruksi sebesar $300 miliar untuk membangun kembali militernya serta belum adanya kejelasan soal program rudal balistik Iran. Negara-negara dewan teluk saat ini menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS, yang berfungsi sebagai pilar utama pertahanan dan keamanan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Menlu AS Temui Dewan Teluk untuk Bahas Kesepakatan Iran

