Fokus

Saksi Mengungkap Penganiayaan Terhadap Kaum Muslim Uighur di Xinjiang

Seorang petugas polisi Tiongkok yang membelot berbicara.

Dia mengatakan, dia melihat bagaimana salah satu etnis minoritas Tiongkok, orang-orang Uighur, diperlakukan di kamp konsentrasi negara itu.

Berikut lebih banyak.

Pria ini dulunya adalah seorang polisi yang bekerja di kamp konsentrasi Tiongkok.

Berbicara kepada outlet berita Australia, Sky News, dia menggambarkan bagaimana otoritas di dalam kamp memperlakukan tahanan Uighur.

Jiang: “Bisa dikatakan mati rasa dan tak berperasaan. Mereka tidak memandang orang biasa sebagai manusia. Mereka melakukan hal-hal yang tidak Anda lakukan pada manusia.”

Laporan mengatakan kamp konsentrasi di Xinjiang Tiongkok, menampung lebih dari satu juta orang Uighur – anggota kelompok etnis minoritas.

AS mengatakan, Beijing melakukan genosida terhadap mereka, melalui penahanan massal dan sterilisasi paksa.

Beijing membantah tuduhan itu, tapi Jiang menceritakan bahwa kematian di kamp-kamp itu biasa terjadi.

Jiang: “Dua orang [petugas} akan menggunakan tongkat untuk menekan kaki tahanan, mengikatnya dan menginjak lengannya, membelenggu tangannya dan membenturkannya ke meja, memompa air dingin melalui selang air ke mulut [tahanan] sambil diikat, serta berbagai metode yang lebih disukai petugas lain, ada banyak dari mereka. Jika kecelakaan terjadi, adalah normal bahwa beberapa orang mati.”

Dia mengatakan, saat dia ditugaskan bekerja di Xinjiang, jumlah tahanan di sana sudah cukup banyak, lebih dari 900 ribu orang.

Pada konferensi pers di Tiongkok, seorang reporter Sky News menanyai pejabat Tiongkok tentang apa yang dikatakan Jiang.

Reprter Sky News: “Kami telah berbicara dengan seorang pria Tiongkok yang mengatakan dia bekerja sebagai detektif di Xinjiang. Dia mengatakan bahwa orang-orang Uighur yang dibawa ke Xinjiang, dimasukkan ke dalam kereta. Mereka tidak diberi air atau makanan, dan tidak diberi akses ke toilet. Dia berkata bahwa pemukulan terjadi di dalam sekolah pelatihan kejuruan, dan terkadang orang meninggal. Apakah Anda memiliki komentar tentang tuduhan ini?”

Begini tanggapan pejabat tersebut:

Jubir Xinjiang: “Setelah mendengar situasi yang digambarkan oleh orang yang mengaku pernah bekerja sebagai petugas polisi di Xinjiang, saya hanya bisa mengatakan bahwa itu sepenuhnya palsu.”

Jiang mengatakan dia tidak setuju dengan komentar pejabat tersebut.

Dia mencatat bahwa dia secara pribadi melakukan beberapa perlakuan kejam yang dia jelaskan.

Tapi kemudian memutuskan hubungan dengan masa lalunya, dan membantu mengungkap apa yang sedang terjadi.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI