Site icon NTD Indonesia

Sanksi Iran dari AS Buat China Terpojok

Senin kemarin, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan bahwa AS mulai memberlakukan pengasingan jalur ekonomi Iran di lima sektor utama mencakup aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran. Langkah ini bertujuan menyasar siapa pun yang mendanai rezim Iran atau Korps Garda Revolusi Islam. Kolaborasi ini melibatkan seluruh jajaran kementerian di bawah President Trump. Bessent menegaskan tidak akan menyisakan celah dan tak ada yang luput dari sanksi AS.

Pemerintah AS menerapkan diplomasi senyap tanpa mempublikasikan target atau batas waktu. Presiden Trump mendesak para pemimpin dunia untuk memilih bermitra dengan AS atau terkena sanksi. Dan China menjadi sorotan utama selaku pembeli terbesar minyak Iran. Pekan lalu, wakil Menlu Iran secara terbuka menyampaikan terima kasih kepada Beijing atas dukungannya saat berkunjung ke China.

Menteri keuangan AS menegaskan bahwa siapa pun yang memfasilitasi pencucian uang atas nama Iran akan dikeluarkan dari sistem dolar AS

Hingga kini, AS telah menyanksi perusahaan dan kilang minyak lokal namun tidak menyasar bank BUMN atau raksasa energi China. Hal ini menjadi ujian sejauh mana AS berani menekan Beijing. Profesor bisnis sekaligus analis urusan China Tian Xie menilai sanksi tak akan berjalan efektif selama Rusia dan China terus menyokong ekonomi dan logistik Iran, kecuali AS berani menindak langsung kedua negara tersebut.

Di sisi lain, hubungan AS-China masih terikat gencatan dagang yang rapuh. Pasca pertemuan Mei lalu, kedua pihak berupaya menjaga stabilitas hubungan jelang rencana kunjungan Xi Jinping ke Washington September mendatang.

[Allen Zheng, Pakar urusan China]:

“Meski PKC membantu Iran, ia tidak melakukannya secara terbuka. Di permukaan, mereka tetap bekerja sama karena tidak ingin hubungannya   dengan AS rusak hanya karena Iran, Taruhannya terlalu besar. Namun dibalik itu, mereka diam-diam menyokong Iran. Jika tertangkap basah, mereka berdalih bahwa itu ulah sektor swasta. Singkatnya: patuh di luar, membangkang di dalam. AS justru memanfaatkan celah ini. Karena Anda tidak berani merusak hubungan secara terbuka, saya akan habis-habisan membongkar semua permainan kotor dan menindaknya secara publik. Jika bank atau lembaga Anda melanggar garis merah saya, sanksi akan langsung dijatuhkan. Saya yakin Menteri Bessent mampu mengeksekusi strategi ini.

Ini artinya strategi AS terhadap Iran akan menguji hubungannya dengan China secara keseluruhan. Bessent berkata bahwa akhir pekan ini akan ada pengumuman berkaitan lembaga keuangan. Pertanyaannya adalah apakah target berikutnya adalah pemain utama dalam sistem keuangan China?