Fokus

Semakin Banyak Konsumen Properti Tiongkok, Evergrande, yang Memprotes

Kita melihat ke perusahaan real estate yang paling berhutang, Evergrande.

Ratusan pemilik properti Evergrande memprotes.

Mereka memprotes di gedung pemerintah kotamadya di kota Tenggara pada hari Senin.

Mereka berkata, telah membayar properti mereka yang belum selesai, tapi konstruksi telah ditangguhkan selama berbulan-bulan.

Sebuah pembangunan perumahan di kota Chongqing, Tiongkok Barat Daya, mengalami masalah, setelah perusahaan real estate Evergrande menghentikan pembangunan selama berbulan-bulan.

Beberapa pemilik rumah mengeluh secara online, mengatakan bahwa mereka menghabiskan seluruh tabungan seumur hidup keluarga, untuk membeli properti mereka.

Tapi kini tampaknya hanya ada sedikit harapan, rumah masa depan mereka akan pernah selesai.

Chen: “[Pemilik rumah] pergi ke pemerintah kota hari ini untuk mengajukan banding, untuk menyelesaikan masalah. Pejabat dari biro petisi menerima permintaan itu. Tapi tidak jelas kapan [pembangunan] akan dilanjutkan. Itu tergantung pada berapa lama dana tiba.”

Untuk melindungi identitas Nona Chen, kami hanya menggunakan nama belakangnya saja.

Dia menjelaskan bahwa dia membayar harga penuh untuk rumah itu pada bulan April, lebih dari 300 ribu dolar (Rp 4,3 M).

Dia mengatakan bahwa properti dan lainnya di dekatnya, seharusnya selesai pada tahun 2024, tapi mencatat bahwa konstruksi telah ditangguhkan selama berbulan-bulan.

Chen: “Mereka telah berhenti bekerja. Kami telah bertanya beberapa kali. Mereka selalu mengatakan akan melanjutkan pekerjaan, tapi sejauh ini belum.”

Chen mengatakan dia menyerahkan uang hasil jerih payah untuk janji sebuah rumah.

Tapi keputusan Evergrande untuk menangguhkan konstruksi telah menjadi kesulitan bagi keluarganya.

Chen: “Bukankah Evergrande adalah salah satu dari 500 perusahaan top dunia? Kami pikir Evergrande kuat secara finansial, dan itu juga adalah perusahaan besar. Kami tidak pernah mengira perusahaan itu akan ditutup selama tiga bulan. Kami berada di fase pertama, kami menandatangani kontrak dengan harga penuh, dan kontrak itu mengatakan, kami akan mendapatkan rumahnya tahun depan. Tapi sekarang, tidak jelas kapan kami akan mendapatkannya.”

Seorang agen real estat di kota itu menunjukkan bahwa sejumlah pengembangan properti Evergrande telah menghadapi penangguhan di seluruh Tiongkok.

Itu, karena perusahaan tidak punya uang untuk mendanai mereka.

Ni, agen real estst: “Tidak ada rencana kompensasi. Sekarang Evergrande tidak punya uang. Banyak [pemilik rumah] yang menentangnya.”

Evergrande adalah pengembang yang paling berhutang di dunia, menghadapi kewajiban lebih dari 300 miliar dolar (Rp 4.300 T).

Baru-baru ini, telah bergulat untuk memenuhi satu demi satu tenggat waktu pembayaran utang.

Untuk menghindari gagal bayar pada hutangnya, Evergrande telah menjual beberapa asetnya.

Baru-baru ini Evergrande menjual cabang layanan streamingnya.

Kesepakatan minggu lalu itu menghasilkan 270 juta dolar (Rp 3,8 T).

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI