Partai Komunis China dan kedutaan besarnya di luar negeri tengah memperingati hari jadi ke-76 berdirinya rezim PKT. Namun, di Kanada, bendera merah PKC terlihat berkibar terbalik di depan Kedutaan Besar China. Sementara itu, banyak warga China, baik dalam maupun luar negeri, mengatakan mereka melihat hari ini sebagai hari penderitaan nasional. Di New York, para pembangkang China berkumpul di luar konsulat China di Manhattan untuk melakukan protes.
[Zhang Aibing, anggota Partai Demokrasi China]:
“Kami memprotes peringatan 76 tahun perebutan kekuasaan oleh Partai Komunis China. Mereka menyebutnya Hari Nasional. Kami menyebutnya tragedi nasional.”
Mereka yang mendalami sejarah China tahu jelas bahwa pemerintahan Kuomintang yang dipimpin Chiang Kai-shek lah yang membuat China menang atas fasisme dalam Perang Dunia II. Selama masa-masa sulit itu, PKC justru menyusun rencananya sendiri. Setelah Jepang menyerah, PKC melancarkan perang saudara dan memaksa tentara Kuomintang yang kelelahan mundur ke Taiwan.
[Ding Hongli, anggota Partai Demokrasi China]:
“Apa yang dibentuk di tahun 1949 bukanlah pemerintahan sah yang dipilih rakyat. Itu adalah awal dari kediktatoran brutal, rezim satu partai yang merebut kekuasaan tanpa persetujuan demokratis.”
Selama lebih dari 70 tahun, Partai Komunis China telah melancarkan berbagai kampanye politik yang menargetkan masyarakat dari seluruh kelas sosial dan kelompok etnis. Contoh yang paling terkenal adalah Revolusi Kebudayaan dan penganiayaan Falun Gong, yang dimulai pada 1999.
Saat Partai Komunis China memperingati hari jadinya, Kedutaan Besar China di Ottawa, Kanada, terlihat mengibarkan bendera Komunis secara terbalik.

