Site icon NTD Indonesia

Sidang Bahas Organisasi Kriminal China di Amerika Latin

Selasa lalu, para saksi memberi keterangan di hadapan dewan senat AS di Capitol Hill tentang organisasi kriminal asal China di Amerika Latin yang melakukan operasi ilegal termasuk penyelundupan narkoba dan pencucian uang serta dampaknya terhadap AS.

Dewan senat mendengar kesaksian tentang aksi kejahatan terorganisir asal China di Amerika Latin serta dampaknya bagi AS dan sekitarnya. Pada sidang Senat urusan Pengawasan Narkotika Internasional, tiga orang saksi berkata bahwa aksi kriminal tersebut merupakan ancaman yang membahayakan dan nyata bagi AS.

[Senator John Cornyn, Ketua Senat Urusan Pengawasan Narkotika Internasional]:

“Sidang hari ini membuat kita paham akan bahaya serta konsekuensi strategis jangka panjang yang ditimbulkan oleh kelompok kriminal asal China terhadap warga negara kita melalui perdagangan racun yang melewati perbatasan kita, juga bagaimana tanggapan pemerintah China sendiri.”

Saksi berkata bahwa PKC menggunakan rekening pelajar untuk akses pencucian uang dan memanfaatkan organisasi kriminal yang ada di Amerika Latin.

[Ray Donovan, CEO dan Pendiri, Stack21 Solutions]:

“Kami melihat PKC bekerja dengan geng kriminal mereka yang ada di Meksiko untuk membawa masuk bahan-bahan kimia itu, membantu produksi fentanil dan metamfetamin, kemudian membawa obat-obatan itu ke negara kita.

Leland Lazarus bersaksi bahwa selama empat tahun terakhir jaringan tersebut berhasil meraup $312 miliar keuntungan bagi kartel Meksiko dan para taipan China. Salah seorang pialang narkotik yang ia kenal sebagai Brother Wong memiliki 100 perusahaan cangkang dan 170 rekening bank yang tersebar di Meksiko, AS, dan China.

[Sen Sheldon Whitehouse, Co-Ketua, Kaukus Senat tentang Pengawasan Narkotika Internasional]:

“Saya menyambut baik tanda-tanda awal kerja sama antara Meksiko dan China. Tahun lalu, pihak berwenang China menangkap seorang individu yang didakwa AS terlibat dalam skema pencucian uang atas nama kartel Sinaloa. Namun, mari kita perjelas, urgensi krisis fentanil menuntut agar kita tidak hanya bergantung pada niat baik negara lain. Kita bisa dan harus mengambil langkah di internal kita.”

Pakar menyarankan solusi seperti menerapkan tarif, membentuk gugus tugas internasional, menindak perbankan ilegal China, dan menekan korupsi di Amerika Latin.