Site icon NTD Indonesia

Sidang Lanjutan Jimmy Lai di Hong Kong, Trump Beri Dukungan

Salah seorang aktivis pro demokrasi top Hongkong tengah menjalani sidang putusan akhir. Taipan Media Jimmy Lai dipenjara pada 2020 menyusul aksi protes massal di Hongkong. Kritikus menyebutnya sebagai penindasan politik. Presiden Trump menyampaikan dukungan untuk Lai. Berikut selengkapnya.

Sidang putusan akhir kasus keamanan nasional terhadap pengusaha pro-demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai, kembali digelar Senin kemarin.

Pria berusia 77 tahun ini adalah pendiri surat kabar Apple Daily yang dipaksa tutup setelah polisi melakukan penggerebekan pada 2020 dan pembekuan aset pada 2021. Ia mengaku tidak bersalah atas dua tuduhan yakni kolusi dengan pihak asing dan penerbitan materi hasutan. Sidang ditunda minggu lalu setelah pengacaranya mengatakan Lai menderita jantung berdebar

Jaksa Anthony Chow membenarkan bahwa Lai telah mendapat pengobatan dan alat pantau jantung dan kini siap menghadiri sidang.

Lai, warga negara Inggris, telah berada dalam tahanan selama 1.700 hari. Putra Lai dan beberapa kelompok HAM menyampaikan kekhawatiran atas kesehatannya yang memburuk. Lai terlihat jauh lebih kurus di ruang sidang dibanding saat menghadiri sidang akhir 2023.

Beberapa negara barat telah meminta pembebasan Lai dan menyampaikan kekhawatiran atas tergerusnya hak-hak fundamental di negara itu di bawah undang-undang keamanan nasional Beijing.

Pihak berwenang Hong Kong dan Beijing berkata Lai diberikan pengadilan yang adil dan memperingatkan akan campur tangan asing.

Saat ditanya soal kasus Lai, pekan lalu Presiden Donald Trump mengatakan berjanji akan berupaya menyelamatkan Lai. Seorang jubir luar negeri Australia mengatakan pada Senin bahwa pemerintah Australia sangat prihatin terhadap penerapan undang-undang keamanan nasional oleh Hong Kong yang menargetkan masyarakat sipil dan tokoh-tokoh pro-demokrasi seperti Jimmy Lai. Persidangan akan berlangsung sekitar 10 hari, dan hasil putusan diperkirakan akan keluar secepatnya pada Oktober.