Fokus

Silent Hypoxia Pada Pasien Virus PKT, Langit Beijing Menjadi Gelap Saat Pertemuan PKT Diadakan

Dr. Richard Levitan, seorang dokter ruang gawat darurat Amerika, telah mengamati “silent hypoxia” pada beberapa pasien virus PKT. Itu adalah menurut laporan CNN.

Dia menjelaskan bahwa pasien-pasien ini datang ke ruang gawat darurat dengan kadar oksigen darah serendah 50%, hasil sinar-X mereka tampak mengerikan, namun mereka benar-benar terjaga, dan bahkan dapat menggunakan ponsel tanpa masalah.

Wu Chang-teng, seorang dokter dari jaringan rumah sakit terbesar di Taiwan mengatakan kepada kami bahwa begitu kadar oksigen darah turun menjadi sekitar 90%, pasien akan sesak napas, termegap untuk menghirup napas, dan bibirnya membiru.

Ini adalah situasi yang sangat parah ketika oksigen darah turun di bawah 50%. Ini biasanya hanya terjadi pada orang-orang yang memiliki penyakit jantung bawaan, dan orang-orang yang sekarat.

Dia mengatakan, adalah sangat mengerikan jika seorang pasien tidak menunjukkan gejala, ketika tubuh sudah dalam situasi yang sangat kritis.

Karena orang itu tidak sadar bahwa paru-paru dan organ-organ lain, seperti jantung, ginjal dan otak sudah sangat rusak parah.

Dr. Wu berpikir bahwa hanya ketika situasinya memburuk ke titik kritis, barulah kegagalan pernafasan yang serius akan terjadi.

Dia mengatakan bahwa masih banyak penelitian yang perlu dilakukan pada aspek tersebut.

Pada pukul 3 sore, tanggal 21 Mei, pertemuan politik paling penting di Tiongkok, “Two Sessions,” dimulai. Langit di Beijing tiba-tiba berubah gelap, seperti di malam hari. Sekitar setengah jam kemudian, badai mulai timbul, dengan kilat dan petir yang menggelegar. Setelah itu, langit kembali menjadi gelap lagi.

Beberapa warganet berkomentar bahwa Langit sedang menghancurkan Partai Komunis Tiongkok, karena baik manusia dan para dewa, sangat marah padanya.

AS akan menjual torpedo canggih senilai 180 juta Dolar (Rp. 2,7 T) kepada Taiwan.

Rejim komunis Tiongkok, marah akan transaksi tersebut.

Rejim Tiongkok menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, dan telah bersumpah untuk menyatukannya kembali.

Deplu AS telah menyetujui penjualan torpedo canggih ke Taiwan, Tiongkok mengecam penjualan senjata AS ke Taiwan tersebut.

Rejim komunis menganggap Taiwan sebagai bagian dari Tiongkok, dan telah bersumpah untuk mencaploknya.

Taiwan yang berpikiran demokratis menentang keras penyatuan Kembali wilayahnya dengan Tiongkok daratan yang otoriter.

Para pejabat militer Taiwan mengatakan bahwa mereka akan menggunakan senjata tersebut, sebagai pencegah atas ancaman regional, dan memperkuat pertahanan negara.

Tiongkok telah meningkatkan aktivitas latihan militernya di dekat Taiwan, sejak presidennya yang anti komunis, Tsai Ing-wen, terpilih kembali, menerbangkan jet tempur ke wilayah udara, serta menggerakkan kapal perang di sekitar perairan Taiwan.

AS terikat oleh hukum, untuk memastikan bahwa Taiwan memiliki sarana untuk melindungi dirinya sendiri. Taiwan akan membayar 180 juta Dolar (RP. 2,7 T) untuk 18 torpedo teknologi canggih MK 48 mod 6.

Senjata itu mampu beroperasi secara otonom atau dapat dikontrol melalui hubungan kawat. Teknologi peredamannya memungkinkan torpedo tersebut ditembakkan secara terselubung, dan meminimalkan deteksi.

Lebih banyak berita tentang wabah pneumonia akibat infeksi COVID-19 dari Wuhan, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.