Partai Komunis China akan mengadakan sidang pleno komite pusat penting di Beijing pada 20 Oktober. Namun, menjelang pertemuan, slogan-slogan anti PKC bermunculan di berbagai kota di China.
Pesan-pesan seperti PKC bukanlah China dan PKC adalah aliran sesat jahat, menunjukkan suara publik yang berbeda.
Pesan PKC adalah aliran sesat jahat muncul di berbagai kota di provinsi Hebei, dekat Beijing. Disamping pesan, tertulis teks yang berbunyi, “Marx percaya aliran sesat setan. Setan adalah iblis.”
Gelombang pesan ini hanya terjadi beberapa hari setelah PKC merayakan ulang tahunnya yang ke 76 pada 1 Oktober, di tengah meningkatnya frustasi publik pada kekuasaan partai. Pada bulan Agustus, slogan diproyeksikan ke sebuah gedung di pusat kota Chongqing. Pesan berbunyi, “Hanya tanpa Partai Komunis China baru akan terwujud.” Dan “Hancurkan Partai Komunis yang tirani”.
Pada bulan April, spanduk-spanduk dibentangkan di jembatan layang di Chengdu, ibukota provinsi Sichuan.
provinsi Suchan. Pesan-pesan tersebut berbunyi, “Rakyat tidak butuh partai dengan kekuasaan yang tak terkendali”, dan, “China tidak butuh seseorang untuk menunjukkan jalan. Demokrasi adalah jalannya.”
Pada tahun 2022, selama karantina Covid di China, seorang pria bernama Peng Lifa menjadi berita utama setelah menggantung spanduk besar di sebuah jembatan di Beijing. Spanduk itu menyerukan kebebasan dan demokrasi, salah satunya bertuliskan, “Kami menginginkan suara, bukan penguasa.”
Dengan semakin dekatnya sidang pleno keempat PKC, para analis mengatakan Xi Jinping dapat menghadapi tekanan internal untuk melepaskan sebagian kendali.
Sementara itu, berbagai skandal muncul di sekitar sekutu utamanya, Cai Qi. Ia menempati peringkat kelima di antara para pemimpin tinggi rezim China. Tuduhan termasuk klaim bahwa putra haram Cai mungkin terkait dengan kematian mencurigakan aktor China Yu Menglong. Cai Qi juga disebut dalam kasus spionase Inggris, yang mengejutkan para politisi Inggris.
