Fokus

Staff The Epoch Times HK Ditangkap dan Diancam oleh Polisi

Tanggal 1 Juli, ribuan warga Hongkong turun ke jalan untuk memprotes hukum keamanan nasional baru yang diberlakukan Beijing.

Polisi menangkap lebih dari tiga ratus orang di Causeway Bay, termasuk empat orang dari bagian distribusi The Epoch Times edisi Hong Kong.

The Epoch Times secara luas memberitakan perihal protes pro-demokrasi Hong Kong serta kebebasan yang semakin berkurang di kota itu akibat tindakan Beijing.

Mereka dibebaskan dengan jaminan pada tanggal 2 Juli, dan telepon mereka disita.

Salah satu dari empat orang yang ditangkap mengatakan bahwa dia sering membagikan poster dan materi promosi selama protes, dan polisi tidak pernah mengintervensi.

Namun kali ini berbeda.

Chen Xiaojun, staff distribusi The Epoch Times Hong Kong: “Tiba-tiba polisi datang. Mereka memblokir jalan di kedua sisi dan tidak membiarkan saya pergi. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya pikir mungkin mereka hanya akan memeriksa sesuatu dan kemudian akan membiarkan saya pergi. Tetapi saya menunggu lama dan akhirnya mereka membawa saya ke kantor polisi. Saat itulah saya sadar, saya telah ditangkap.”

Chen mengatakan bahwa dia tidak melakukan kesalahan dan menolak untuk mengenakan seragam penjara selama penahanan, dan karenanya, polisi melakukan pelecehan secara verbal terhadapnya.

Chen: “Seorang polisi wanita mencoba memakaikan seragam penjara melalui kepala saya tiga kali. Saya bilang saya tidak akan memakainya. Dia tidak memaksa saya. Namun di belakang saya ada seorang polisi pria yang berkata: ‘Anda tidak mau tandatangan, juga tidak mau memakai pakaian tahanan. Kalau begitu, bagaimana kalau kami mengirim Anda ke Tiongkok daratan dan organ tubuh Anda diambil hidup-hidup?'”

Tahun lalu, pengadilan independen di London menyimpulkan bahwa rezim Tiongkok telah dan sedang terus mengambil organ secara paksa dari para tahanan hati nurani. Pengadilan itu mengatakan bahwa salah satu sumber organ, dan sangat mungkin adalah sumber yang utama, yaitu adalah para praktisi kelompok spiritual yang dianiaya di Tiongkok, Falun Gong.

Chen: “Saat itu saya menangis. Saya bertanya kepada mereka dengan keras: Berapa banyak orang yang telah kalian kirim ke daratan untuk diambil organnya? Berapa kali kalian terlibat dalam hal ini? Sudahkah kalian melakukan hal ini sebelumnya? Jika kalian melakukannya, akui saja! Jangan memakai masker. Saya akan mengenali kalian dan saya akan membiarkan dunia tahu bahwa kalian telah melakukan sesuatu seperti ini. Apakah kalian semua setuju dengan pengambilan organ secara paksa? Itu perbuatan yang sangat jahat.”

“Namun tidak ada polisi yang menjawab pertanyaan saya. Ada sekelompok polisi di sana, semuanya berpakaian hitam. Namun mereka semua diam.”

Seorang pekerja koran lainnya ditangkap ketika sedang membagikan materi promosi sehari sebelumnya di stasiun metro, saat itu seorang petugas polisi memperingatkannya bahwa itu akan menjadi yang terakhir kalinya dia diizinkan untuk melakukan hal tersebut.

Zhang Yan, staf distribusi The Epoch Times Hong Kong: “Pada saat itu polisi melihat saya dan berkata: ‘Ini adalah terakhir kalinya Anda diperbolehkan melakukan hal ini.’ Ketika saya pulang, saya berpikir, mulai besok, tanggal 1 Juli, akankah polisi mengubah sikap mereka kepada kami, personel distribusi The Epoch Times? Dan ternyata mereka memang berubah.”

Terlepas dari ancaman yang ditimbulkan oleh undang-undang keamanan nasional, Zhang mengatakan bahwa dia akan terus mendistribusikan materi promosi.

Zhang: “Banyak media Hong Kong telah dikendalikan oleh PKT. Pemerintah Hong Kong juga dikendalikan oleh PKT. Jika orang-orang kehilangan suara dari sisi lain, dan hanya menerima propaganda PKT, pencucian otak akan mengubah mereka secara bertahap, sama seperti di Tiongkok daratan.”

The Epoch Times edisi Hong Kong mengatakan bahwa mereka mengutuk polisi karena penangkapannya yang membabi buta, serta tindakan ancamannya terhadap kebebasan pers dan kebebasan berbicara di kota itu.

Dalam sebuah pernyataan, biro itu bersumpah untuk terus melaporkan kebenaran dan membela hak warga Hongkong untuk mendapat informasi. (NTDTV/jl)

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.