Fokus

Taiwan Tidak Mampu Membeli Senjata Baru Amerika

Partai Komunis Tiongkok mengamati secara cermat perang di Ukraina, dan apa yang bisa dipelajari dari konflik itu untuk urusannya sendiri dengan Taiwan.

Jika Beijing memilih untuk menyerang pulau tersebut, AS kemungkinan akan menjadi mitra terpenting Taiwan.

Namun apakah Washington siap untuk mengambil peran potensial itu?

Mantan Menhan AS, Mark Esper mengungkapkan pendiriannya atas hal tersebut, dalam sebuah wawancara dengan Fox.

“Saya memandang Tiongkok sebagai musuh strategis nomor satu kita di abad ini, dan kita perlu mempersiapkannya, dan saya tidak berpikir kita melakukannya dengan cukup sekarang.”

Esper mengatakan Taiwan harus memikirkan tentang bagaimana meningkatkan pertahanan teritorialnya, bagaimana meningkatkan anggaran pertahanannya, dan bagaimana membeli peralatan yang tepat.

Dia juga menyatakan kekhawatiran bahwa orang-orang mungkin “menjadi goyah” tentang Taiwan, karena itu “setengah dunia jauhnya.”

Taiwan mengatakan pihaknya tidak mampu membeli helikopter anti-kapal selam baru AS.

Pejabat Taiwan memberi sinyal Kamis lalu bahwa pulau itu telah membatalkan rencana untuk membeli helikopter perang canggih dari Washington, karena harganya terlalu mahal.

Rencananya adalah membeli 12 helikopter MH-60R buatan Lockheed Martin.

Baru-baru ini ditanya tentang masalah ini di parlemen,

Menteri Pertahanan Taiwan berkata:

“Harganya terlalu tinggi, di luar jangkauan kemampuan negara kita.”

Dua pembelian senjata lainnya juga telah ditunda, sistem artileri Howitzer Self-Propelled, dan rudal anti-pesawat Stinger.

Menhan Taiwan mengatakan negara itu telah menandatangani kontrak untuk Stingers, dan membayar untuk itu, dan akan menekan Amerika Serikat untuk mengirimkannya.

Sementara itu, dia mengonfirmasi bahwa Taiwan memiliki rencana cadangan, tapi tidak memberi rincian.

Taiwan mengatakan AS telah menawarkan alternatif untuk sistem Howitzer, seperti jenis peluncur roket berbasis truk buatan Lockheed Martin, yang disebut Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi.

Menhan itu lanjut mengatakan, Taiwan masih mempertimbangkan pilihannya.

Seorang jubir Deplu AS menolak berkomentar secara spesifik.

Taiwan sedang melakukan program modernisasi militer, itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuannya, untuk menangkis kemungkinan serangan Tiongkok, termasuk dengan senjata presisi seperti rudal.

Ketegangan antara Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri dan rezim di Beijing telah meningkat.

Tiongkok telah bersumpah untuk menaklukkan Taiwan, dengan paksaan jika perlu.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI