Fokus

Taksi Hantam Demonstran Hong Kong Dalam Parade ‘Anti UU Larangan Bertopeng’

Taksi Menabrak Pendemo HK (Image: Screenshot Internet)
Taksi Menabrak Pendemo HK (Image: Screenshot Internet)

Warga Hong Kong mengadakan parade menolak “UU Darurat Larangan Bertopeng/Bermasker” secara besar-besaran pada hari Minggu, 6 Oktober kemarin. Namun telah terjadi insiden sebuah mobil taksi yang tiba-tiba dengan liarnya menabrakkan mobil ke kerumunan demonstran, melukai warga.

Insiden terjadi sekitar pukul 4 sore waktu setempat. Saat sejumlah besar pendemo berpayung sedang berbaris menuju Sham Shui Po, sebuah taksi yang sedang berada di persimpangan Jalan Cheung Sha Wan dan Jalan Ching Chung, tiba-tiba memutar masuk ke jalur trotoar pejalan kaki, dan menabrak tiga wanita yang berjalan hingga terjatuh ke tanah. Salah seorang gadis yang tertabrak dikabarkan mengalami kondisi luka yang parah, patah kaki, pingsan dan tak sadarkan diri.

Warga di sekitar TKP sangat marah, menghampiri dan menarik keluar supir taksi yang berusia sekitar 60 tahun-an tersebut. Ia kemudian dikelilingi dan dipukuli massa hingga tak berdaya, namun ada pula beberapa pengunjuk rasa secara spontan melerai warga lain yang ingin memukuli supir taksi. Ambulans kemudian tiba di tempat kejadian. Wanita yang terluka dan sopir taksi yang dipukuli tersebut masing-masing dikirim ke Rumah Sakit Princess Margaret dan Caritas Medical Center untuk pertolongan.

Sekitar 15 menit setelah kejadian, sejumlah besar polisi anti huru-hara tiba di lokasi, mengisolasi TKP dengan garis polisi, dan mengambil bukti di tempat kejadian.  

“Apple News” Hong Kong melaporkan, gadis yang ditabrak taksi hingga patah kakinya tersebut berusia sekitar 23 tahun, merupakan seorang karyawan sipil. Kabar terakhir adalah saat ini ia sedang menjalani operasi di Rumah Sakit Princess Margaret akibat lukanya tersebut.

Setelah itu, beberapa warganet yang berhasil merekam kejadian tersebut mengunggah videonya di internet. Terlihat sebuah taksi warna merah putih sedang berhenti di jalur mobil di dekat persimpangan jalan Qinzhou dan jalan Teluk Changsha, tiba-tiba meraung seperti kesurupan, memutar ke kiri, masuk ke trotoar dan menghantam kerumunan massa, sebelum akhirnya berhenti dan menabrak gerbang besi sebuah toko.

Dalam postingan Twitter video akun warganet di atas, ada seorang warganet lain yang berkomentar bahwa sopir taksi tersebut mungkin merupakan salah satu partisipan aksi “mengibarkan bendera” gerakan organisasi pro-komunis yang diselenggarakan Partai Komunis tanggal 1 Oktober lalu, dalam rangka merayakan hari jadi People’s Republic of China.

Saat itu, Partai Komunis Tiongkok membayar sejumlah besar sopir taksi 800 dolar Hong Kong per kepala, untuk membentuk armada taksi yang mengelilingi Hong Kong sambil mengibarkan bendera lima bintang Partai Komunis untuk ‘memeriahkan suasana’.

Postingan warganet tersebut berbunyi, “Sifatnya berbeda kali ini, (bukan untuk mengibarkan bendera -red), tetapi berniat sengaja mau membunuh. Niat Partai Komunis sangat jelas, yaitu menakut-nakuti warga Hong Kong dengan serangan teroris. Bersamaan itu, media corong Partai pasti akan mengeksploitasi video, adegan saat sopir taksi dipukuli hingga kepalanya bocor. Tentu saja tidak akan pernah menayangkan adegan video sopir taksi tancap gas gila-gilaan dan menabrak kerumunan demonstran.” (ntdtv/crl/lia)