Fokus

Tentara Wanita akan Bergabung dengan Unit Tempur di Taiwan untuk Pertama Kali

Tentara wanita dan pendaftaran wajib.

Taiwan membuat perubahan besar pada militernya dengan memperhatikan China.

Untuk pertama kalinya, para wanita di pulau itu akan diizinkan untuk mendaftar pelatihan sukarela bagi pasukan cadangan.

Berita itu muncul hanya beberapa minggu setelah pulau demokrasi tersebut mengumumkan rencana untuk memperpanjang wajib militer bagi pria Taiwan.

Dari 4 bulan hingga 1 tahun, mulai 2024.

Wanita sudah bertugas di militer Taiwan, tapi sebagian besar dalam peran non-tempur.

Namun, pelatihan ini tidak terbuka untuk semua wanita sipil.

Ini adalah uji coba, hanya tersedia untuk tentara wanita yang telah diberhentikan.

Sekelompok lebih dari 200 wanita akan mulai berlatih menjelang musim semi.

Jadi apa yang mendorong perubahan ini?

Rezim komunis China melihat Taiwan sebagai bagian dari wilayah China daratan.

Dan telah bersumpah untuk merebut Taiwan dengan paksa jika perlu.

Pada hari Rabu, wakil presiden Taiwan dan ketua partai berkuasa Taiwan yang baru terpilih, berjanji untuk menentang agresi Beijing.

“Penerimaan pragmatisnya adalah bahwa Taiwan sudah menjadi negara berdaulat dan merdeka, dan tidak perlu mendeklarasikan kemerdekaan Taiwan secara terpisah. Taiwan dan China tidak saling tunduk, dan hanya 23 juta penduduk Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka sendiri.”

Lai secara luas diperkirakan akan mencalonkan diri sebagai calon presiden dari partainya pada 2024 awal.

Dia telah berulang kali menyatakan bahwa Taiwan adalah negara yang berdaulat dan merdeka.

Ini adalah kebijakan yang melintasi apa yang disebut Beijing sebagai “garis merah”, suatu titik yang tidak bisa ditarik kembali untuk diplomasi.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

Lebih banyak informasi tentang Shen Yun silahkan kunjungi: shenyun.com