Fokus

Terkait Wabah Virus Korona Wuhan, CDC Beijing: “Perang Besar akan Segera Tiba”

Pada hari Kamis, CDC di Beijing mengeluarkan status masa perang, mengatakan kutipan: “Perang besar akan segera tiba.” Status ini akan melarang orang dari meninggalkan Beijing. Jika ada orang yang pergi bekerja, maka suhu tubuh mereka harus diukur di tempat kerja. Orang-orang diberitahu untuk tinggal di rumah, dan menghindari komunikasi tatap muka. Semua orang harus patuh.

Hal yang aneh adalah, biasanya perintah semacam ini hanya dikeluarkan oleh rejim itu sendiri dan bukan oleh CDC.

Karena status itu diterbitkan pada malam hari, kebanyakan warga baru mengetahuinya ketika mereka bangun di pagi hari. Kami akan memberitakan kabar terbaru, ketika reaksi warga muncul.

Pada hari Kamis, 2 distrik dan 1 wilayah di Hubei mengimplementasikan apa yang mereka sebut sebagai “Tindakan-tindakan pengendalian masa perang.” Satu distrik besarnya hampir sama dengan New York, distrik lain besarnya sekitar setengah New York, dan 1 wilayah lagi besarnya adalah lebih dari 2 kali luas New York.

Di bawah kondisi yang disebut tindakan-tindakan pengendalian masa perang, tidak seorangpun yang diperbolehkan masuk ataupun keluar dari rumah tinggalnya, kecuali para staf medis.

Setiap 3 hari, makanan akan diantarkan. Orang-orang harus tinggal di rumah, untuk sedikitnya 14 hari, yang dikatakan oleh para pejabat sebagai masa inkubasi terlama virus korona. Tidak ada mobil yang diijinkan di jalan, kecuali kendaraan medis.

Di seluruh Tiongkok, spanduk-spanduk telah muncul, memperingatkan para warga untuk tetap di dalam rumah. Spanduk satu ini mencancam akan mematahkan kaki dan gigi, jika ada yang mencoba untuk keluar, atau melarikan diri, ataupun membantah. Sementara spanduk lain mengancam bahwa semua keturunannya akan mati, jika ada yang berani menyembunyikan infeksi yang mereka alami.

Menurut media milik pemerintah di Tiongkok, ada sekitar 15 ribu kasus baru virus korona terkonfirmasi, telah dilaporkan di Wuhan, pada hari Rabu. Itu adalah 12 kali lebih banyak daripada hari sebelumnya.

Kasus yang meningkat ini muncul setelah perubahan dalam kriteria diagnostik. Kini, dokter bisa menggunakan kebijaksanaan mereka sendiri untuk menentukan apakah seorang pasien terinfeksi virus korona. Di bawah metode baru yang dikenal sebagai, kasus yang didiagnosis secara klinis, para pasien yang menunjukkan semua gejala infeksi virus korona, atau mereka yang tidak bisa dites, ataupun mereka yang telah mati sebelum sempat dites, juga dihitung. Di antara 15 ribu kasus baru yang dilaporkan, sekitar 90%-nya termasuk dalam kategori tersebut.

Dan di AS, ada kasus yang telah dikonfrimasi ke-15, dan itu adalah kasus yang dikonfirmasi pertama, di Texas. Penasehat teratas Gedung Putih, Larry Kudlow, mengatakan bahwa para pemimpin AS kecewa, dengan cara Tiongkok merespon wabah virus korona. Dia menambahkan bahwa AS belum mendapatkan informasi yang cukup perihal apa yang sedang terjadi. Rejim Tiongkok masih menolak bantuan dari AS untuk mengatasi wabah.

Dan, kembali ke Tiongkok, orang-orang menggunakan cara yang cerdas untuk melindungi hewan peliharaan mereka. Di Tiongkok bagian Tenggara, ada sebuah foto seorang pria sedang membawa jalan anjingnya, yang sepenuhnya terbungkus oleh plastik pelindung. Dan di sebuah pasar yang tak diketahui, ada seekor kucing mengenakan masker wajah. Warganet menyebutnya kucing bertopeng.

Lebih banyak berita tentang wabah pneumonia akibat infeksi virus korona baru dari Wuhan, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.