Tik Tok sedang diselidiki kembali oleh regulator utamanya di Uni Eropa. Hari Kamis, komisi perlindungan data Irlandia mengumumkan mereka sedang menyelidiki transfer data pengguna Eropa oleh Tik Tok ke server China.
Penyelidikan terbaru ini terjadi beberapa minggu setelah Tik Tok dikenai denda 620 juta dolar, menyusul investigasi selama 4 tahun oleh regulator Irlandia.
Mereka menemukan Tik Tok melanggar aturan perlindungan data Uni Eropa dengan mengirimkan data pengguna Eropa ke China. Sebelumnya selama investigasi, Tik Tok berkata tidak mengirim data pribadi pengguna Eropa ke server China, namun pada bulan April regulator menemukan sebagian data memang telah disimpan disana.
Tik Tok sedang mengajukan banding atas putusan tersebut.
