Fokus

TikTok Mengumpulkan Data Penggunanya Secara Otomatis

TikTok kini dapat mengumpulkan data wajah dan suara tanpa persetujuan pengguna.

Kebijakan privasi barunya mengatakan bahwa aplikasi itu dapat melakukannya secara otomatis.

Baru-baru ini, aplikasi berbagi video tersebut memperbarui bagian di bawah kebijakan privasinya yang berjudul “Informasi yang kami kumpulkan secara otomatis.”

Kini termasuk “cetak wajah dan cetakan suara.”

Tapi aplikasi itu tidak mengatakan, apa yang akan mereka lakukan dengan informasi yang dikumpulkan.

Seorang profesor teknologi informasi dari Carnegie Mellon University mengatakan kepada Time Magazine, bahwa data itu memiliki banyak kegunaan potensial.

Itu bisa digunakan untuk pengawasan massal atau bisa juga digunakan untuk membuka kunci aplikasi.

Perusahaan yang berbasis di Beijing, Bytedance, memiliki TikTok.

Dan ada kekhawatiran apakah data pengguna di TikTok akan berakhir di tangan Partai Komunis Tiongkok, atau PKT.

Pada bulan April, mantan komisaris anak-anak Inggris menggugat TikTok senilai miliaran dolar karena masalah privasi.

Pengacara berpendapat bahwa TikTok mengumpulkan data anak-anak, seperti nomor telepon, lokasi pasti, dan berbagai data biometrik mereka, tanpa persetujuan pengguna atau orangtua.

Tahun lalu, presiden AS saat itu, Trump mengeluarkan perintah eksekutif, berusaha untuk melarang aplikasi itu di negaranya.

Dia mengutip masalah keamanan nasional, mengatakan bahwa TikTok mengumpulkan data dari pengguna yang bisa berakhir di tangan PKT.

Tapi, Presiden Biden kemudian mencabut larangan tersebut.

Dia memerintahkan evaluasi ulang aplikasi TikTok.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI