Fokus

Tiongkok akan Menyalurkan Bantuan untuk Memulihkan Sektor Properti

Kini ke sektor real estat Tiongkok.

Sebuah laporan mengatakan bahwa Beijing akan mengeluarkan satu triliun yuan pinjaman  untuk membantu pengembang property di negara tersebut.

Pengembangan properti pernah menjadi pilar utama pertumbuhan keuangan Tiongkok.

Tapi sector itu bergerak dari satu krisis ke krisis lainnya, terutama dalam satu tahun terakhir.

Salah satu masalah yang paling mendesak melibatkan proyek konstruksi perumahan yang dijual oleh pengembang, namun tidak pernah selesai dibangun.

Semakin banyak pembeli rumah di Tiongkok mengancam untuk berhenti membayar cicilan mereka pada proyek yang belum selesai.

Jumlahnya berkembang sangat cepat, hingga otoritas telah berhenti memperbarui angkanya secara online.

Boikot hipotek juga mendorong banyak pengembang yang kekurangan uang untuk mengatur ulang bisnis mereka.

Mereka telah lama mengandalkan pra-penjualan apartemen, yang tidak akan bisa terjual tanpa kepercayaan konsumen bahwa unitnya akan dibangun.

Situasi tersebut telah menekan Beijing untuk bertindak cepat, serta memadamkan kerusuhan sosial apa pun.

Dalam laporannya, Financial Times mengutip orang dalam yang mengatakan People’s Bank of China awalnya akan mengeluarkan sekitar 200 miliar yuan pinjaman berbunga rendah. Dana itu akan pergi ke bank komersial yang didukung negara.

Dewan Negara Tiongkok baru-baru ini menyetujui rencana tersebut, yang memungkinkan bank untuk menggunakan pinjaman bersama dengan uang mereka sendiri, untuk membiayai kembali proyek-proyek real estat yang terhenti.

Tapi pengembang properti serta analis mengatakan, bahkan satu triliun yuan dalam pembiayaan baru itu, tidak akan cukup untuk menyelesaikan masalah utang di sektor ini.

Salah satu masalah terbesarnya, adalah Evergrande Group Tiongkok sendiri, yang memiliki utang lebih dari 300 miliar dollar AS.

Analis mengatakan pengembang swasta Tiongkok menguasai sekitar 70 persen pasar. Dan setidaknya setengah dari mereka mengalami masalah likuiditas.

Boikot hipotek juga menyerang saham perbankan.

Sekarang, baik para pembeli rumah maupun investor sudah jelas memahami masalah ini.

Data resmi menunjukkan pada semester pertama tahun ini, investasi properti Tiongkok turun lebih dari 5 persen, dari tahun sebelumnya.

Sementara penjualan properti berdasarkan luas persegi merosot lebih dari 20 persen.

Tingkat proyek konstruksi baru yang dimulai juga turun lebih dari 34 persen.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klikĀ di sini. Video, silahkan klikĀ di sini.

VIDEO REKOMENDASI