Fokus

Tiongkok Mengumpulkan Suplai Medis, Perbedaan Perilaku Virus Wabah Kedua, Bisnis di Wuhan Memburuk

Partai Komunis Tiongkok telah memesan sejumlah besar pasokan medis dari pabrik-pabrik Tiongkok, meningkatkan kekhawatiran bahwa negara sedang mempersiapkan gelombang kedua dari virus PKT.

Warga New York, Moshe Malamud telah melakukan bisnis di Tiongkok selama lebih dari dua dekade. Dia mengatakan kepada New York Post bahwa pemasok Tiongkok-nya dalam beberapa pekan terakhir, telah kewalahan dengan pesanan dari otoritas Tiongkok.

Salah satu pemasok mengatakan kepadanya, bahwa dia sudah dikontrak oleh pemerintah Tiongkok, untuk menghasilkan 250 juta gaun.

Dia bertanya mengapa pihak berwenang Tiongkok memesan begitu banyak gaun, namun tidak mendapat jawaban.

Dia mengatakan ada pabrik lain berkata kepadanya, bahwa fokus produksi mereka untuk rejim Tiongkok, adalah antisipasi untuk gelombang kedua, dan akan terus seperti itu hingga akhir musim panas.

Bulan lalu, produsen terkemuka AS mengatakan kepada Gedung Putih bahwa Tiongkok telah menghentikan mereka dari mengekspor masker wajah, alat tes dan alat pelindung lainnya dari Tiongkok.

Tanda-tanda wabah virus PKT kedua, sedang muncul di tiga provinsi Timur Laut Tiongkok: Jilin, Heilongjiang dan Liaoning.

Menurut media Tiongkok, seorang pakar mengatakan bahwa virus mempunyai perilaku yang berbeda di Timur Laut Tiongkok.

Diperlukan waktu lebih lama bagi virus itu untuk bisa terdeteksi daripada yang sebelumnya di Wuhan. Ini artinya adalah resiko yang lebih tinggi dari kelompok infeksi keluarga. Para pasiennya juga membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

Perbedaan utama lainnya adalah bahwa virus dari wabah kedua, terutamanya menyerang paru-paru, sedangkan virus di Wuhan menyerang berbagai organ.

Penelitian Tiongkok menunjukkan bahwa virus PKT telah bermutasi menjadi setidaknya 30 jenis. Peneliti dari AS dan Inggris mengatakan sudah ada ratusan mutasi.

Sudah 40 hari sejak Wuhan mencabut pengunciannya. Namun masih ada ketakutan akan wabah kedua. Warga khawatir pihak berwenang masih meremehkan situasi sehingga mereka tidak keluar. Jadi sulit bagi bisnis-bisnis untuk bertahan, dan banyak toko telah tutup.

Dalam video ini pemilik toko berkata: Bisnis belum membaik, produk saya dijual mulai dari 60 Yuan, sekitar 125 ribu Rupiah. Tidak ada untung, saya hanya ingin menyingkirkan stok saya. Masalahnya adalah tidak ada orang yang berbelanja.”

Dia mengatakan bahwa toko di sebelahnya menjual sepatu.

Dia mengatakan bahwa mereka pindah kemarin setelah kehilangan lebih dari 14 ribu Dolar (208 juta Rupiah).

Toko-toko di jalan ini tutup satu demi satu. Mungkin ide yang bagus untuk tutup dan berhenti kehilangan lebih banyak uang. Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya lakukan selanjutnya.”

Lebih banyak berita tentang wabah pneumonia akibat infeksi COVID-19 dari Wuhan, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.