Fokus

Tiongkok Mulai Melakukan Banyak Pengujian Virus

Kota Guangzhou di Tiongkok Selatan memulai beberapa putaran pengujian virus pada hari Rabu. 

Otoritas menjelaskan bahwa langkah itu menargetkan penduduk, yang tinggal di daerah-daerah utama kota. 

Gelombang virus PKT atau Partai Komunis Tiongkok baru-baru ini, telah menjangkiti provinsi Guangdong selama lebih dari dua minggu. 

Virus itu juga menyebar ke kota-kota terdekat lainnya. 

Kasus terkonfirmasi di sana masih meningkat. 

Provinsi ini telah melaporkan hampir 130 (total 127) pada hari Selasa (8 Jun). 

Tapi pasien tanpa gejala tidak termasuk dalam jumlah itu, dan akan dihitung secara terpisah. 

Kami tidak dapat memverifikasi angka-angka ini secara independen, karena kontrol ketat Rezim Tiongkok atas informasi apa yang dirilis, serta riwayat kasus virusnya yang dilaporkan lebih sedikit. 

Beberapa warga, yang memiliki kontak dekat dengan pasien yang dikonfirmasi, telah dikirim ke hotel untuk karantina. 

Sementara yang lain kini dikunci di rumah. 

Seorang penduduk mengatakan kepada majalah Tiongkok, Caixin bahwa jika seseorang menginap di hotel untuk karantina, mereka dapat pergi begitu saja setelah 2 minggu. 

Tapi bagi mereka yang dikunci di rumah, tidak jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum mereka diizinkan keluar, karena kasus baru yang dikonfirmasi muncul di lingkungan itu setiap hari. 

Outlet media lokal melaporkan bahwa 6 anggota dari satu keluarga dinyatakan positif selama akhir pekan. 

Penemuan ini secara khusus telah memicu kekhawatiran, karena penduduk setempat khawatir virus tersebut telah beredar tanpa terdeteksi di masyarakat, cukup lama sebelum ditemukan. 

Profesor Virologi, Jin Dongyan dari Universitas Hong Kong membenarkan kekhawatiran tersebut. 

Sampai sekarang, pasien nol wabah Guangzhou masih belum diketahui. 

Dia berkata, ini menunjukkan penyebaran virus dimulai jauh sebelum orang mulai menyadari. 

Pada hari Senin, semua pasar petani di daerah berisiko menengah dan tinggi di kota itu, ditutup. 

Orang-orang di daerah itu sekarang harus memindai kode QR kesehatan mereka sebelum memasuki restoran, rumah sakit, dan tempat umum lainnya. 

Kode QR adalah bagian dari sistem pelacakan kontak Tiongkok. 

Mereka memperingatkan pengguna dan otoritas, ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi. 

Di kota terdekat lainnya, Shenzhen, penumpang akan diminta untuk memindai kode mereka sebelum memasuki kereta bawah tanah, mulai Rabu. 

Shenzhen telah dijuluki sebagai “pabrik dunia” karena kehadiran besar perusahaan manufaktur global di sana. 

Di tengah meningkatnya kasus virus di Guangzhou, otoritas Tiongkok menggunakan data besar untuk menemukan mereka yang berpotensi terpapar virus. 

Seorang anggota keluarga dari seseorang yang berpotensi terpapar virus, saat ini sedang dikarantina di sebuah hotel di kota itu. 

Untuk melindungi identitasnya, kami memberinya nama samaran, Tang Ming. 

Tang memberi tahu The Epoch Times, dia dikarantina hanya karena anggota keluarganya pergi ke restoran membeli bawa pulang. 

Dan kemudian otoritas menemukan bahwa, seseorang yang dites positif terinfeksi virus berada di restoran yang sama pada waktu yang sama. 

Tang mengatakan, siapa pun yang hadir pada waktu yang hampir bersamaan, dan dalam diameter satu mil, semuanya harus ditemukan dan dibawa ke karantina wajib. 

Tapi bagaimana otoritas dapat menemukan orang-orang itu? 

Lewat data yang dikumpulkan di ponsel orang-orang. 

Tang tampaknya menerima begitu saja. 

“Ponsel mengirim sinyal ke stasiun, yang dikelola oleh operator. Pemerintah hanya mendatangi operator ini dan mendapatkan datanya.” 

Dia mengatakan, jika seseorang membawa sebuah ponsel, otoritas dapat mengetahui siapa saja yang hadir di lokasi tertentu pada waktu tertentu. 

Tang menjelaskan, panggilan telepon dilakukan sehari setelah pihak restoran mengetahui tentang kasus virus tersebut. 

“Telepon dari otoritas lingkungan dan kantor pengendalian pandemi berdatangan. Reaksi pertama saya adalah ‘panggilan spam ini benar-benar sesuatu, mereka terlihat sangat nyata.’ Ada begitu banyak panggilan telepon.” 

Tang mengatakan situasi pandemi di Guangzhou sangat menakutkan, sudah ada kasus positif di setiap distrik, dan bahkan telah menyebar ke kota-kota terdekat. 

Pejabat lokal melaporkan 31 kasus baru di provinsi Guangdong pada hari Selasa, dan provinsi ini memiliki sekitar 2.500 kasus secara keseluruhan. 

Karena PKT memiliki sejarah menutup-nutupi kasus virus, NTD tidak dapat memverifikasi angka tersebut secara independen. 

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI