Fokus

Tiongkok Sengaja Memalsukan Data Virus: Studi

Beijing dalam siaga tinggi, terkait wabah kluster Omicron pertama di kota tetangganya.

Kota pesisir Utara Tiongkok, Tianjin, mulai menguji 14 juta penduduknya pada hari Minggu.

Itu, setelah otoritas mendeteksi dua kasus lokal varian Omicron.

Kota ini berjarak sekitar 30 menit dari Beijing dengan kereta ekspres, serta banyak komuter, bekerja dan tinggal di kedua kota tersebut.

Wabah ini mengancam akan mengganggu Olimpiade Musim Dingin mendatang, yang akan digelar di Beijing bulan depan.

Menurut outlet media resmi Tiongkok, Xinhua, komuter yang bepergian dari Beijing ke Tianjin telah diminta untuk menjauh.

Otoritas kota mengatakan pada hari Senin, mereka bertujuan untuk menyelesaikan pengujian massal di Tianjin dalam waktu 2 hari.

Mereka mengatakan itu untuk, “dengan tegas mencegah penyebaran virus” khususnya ke Beijing.

Kota itu berada di bawah penguncian sebagian.

Bus dan kereta dari Tianjin ke Beijing telah ditangguhkan, dan kota itu menutup beberapa kereta bawah tanah, serta membatalkan beberapa penerbangan domestik.

Terlepas dari janji otoritas setempat akan pasokan yang memadai, wabah tersebut memicu aksi panic buying.

Banyak supermarket dan rak toko kelontong sekarang kosong.

Otoritas belum mengumumkan akhir dari penguncian, namun melihat tindakan Partai Komunis Tiongkok sebelumnya, kemungkinan penguncian akan berlangsung hingga akhir Februari, ketika Olimpiade Musim Dingin Beijing berakhir.

Pejabat kota melaporkan 20 kasus positif lainnya pada hari Minggu, itu membuat total di Tianjin menjadi 40.

Tapi mengingat sejarah Partai Komunis Tiongkok dalam menyembunyikan dan tidak melaporkan kasus virus, artinya kami tidak dapat memverifikasi angka-angka itu secara independen.

Sumber wabah di Tianjin ini masih belum jelas, karena dua kasus pertama yang terdeteksi, dilaporkan tidak bepergian ke luar kota baru-baru ini, dan mereka tidak memiliki kontak dengan orang lain yang dites positif.

Tapi virus itu mungkin telah menyebar di Tianjin selama beberapa waktu, otoritas menunjuk kasus virus di kota lain 300 mil jauhnya, mengatakan seorang mahasiswa di kota Anyang, provinsi Henan, juga terinfeksi dengan jenis varian Omicron yang sama.

Siswa itu kembali dari Tianjin ke Anyang pada akhir Desember, dan ini diyakini sebagai bagaimana varian yang sangat menular itu, menyebar.

Ini artinya, bahwa setidaknya 2 minggu yang lalu, siswa tersebut telah tertular virus di Tianjin.

Tiongkok melaporkan tingkat kematian yang sangat rendah dari Covid, atau virus PKT.

Dan sementara rezim komunis Tiongkok melihat ini sebagai sebuah keberhasilan, serta bukti legitimasi rezim tersebut,

dapatkah orang-orang memercayai angka-angka itu?

Majalah bisnis AS, Forbes menerbitkan sebuah artikel minggu lalu, mengatakan angka resmi Tiongkok tentang virus itu tidak dapat dipercaya.

Artikel berjudul “Beijing Is Intentionally Underreporting China’s Covid Death Rate”, ditulis oleh Direktur Program Keuangan Kuantitatif Institut Teknologi Stevens, George Calhoun.

Untuk mempelajari validitas data Tiongkok, laporan tersebut membandingkannya dengan tiga negara terdekat, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.

Negara-negara ini tidak hanya dekat secara geografis, tapi juga cenderung mengambil tindakan pengendalian yang relatif ketat, seperti Beijing.

Dan dalam satu aspek mereka bahkan lebih di depan daripada Tiongkok, sistem perawatan kesehatan mereka jauh lebih baik.

Tapi tingkat kematian virus yang dilaporkan Tiongkok adalah 30 hingga 50 kali lebih rendah dari ketiga negara ini.

Dan tidak ada alasan yang ditemukan untuk menjelaskan perbedaan ini.

Tiongkok juga berbatasan dengan 14 negara, semuanya telah terkena dampak serius oleh virus, dengan tingkat infeksi dan kematian ratusan kali lebih tinggi daripada Tiongkok.

Dan sementara Tiongkok telah menutup perbatasannya untuk beberapa waktu sekarang, penyeberangan perbatasan ilegal terus berlanjut.

Artikel itu bertanya, “Bagaimana cara Tiongkok mencegah semua penularan yang menggelegak itu?”

Laporan Forbes juga mencakup daftar yang menekankan bagaimana badan penelitian internasional harus mengeluarkan Tiongkok dari studi mereka, karena penolakan Beijing dan penghancuran data.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI