Fokus

Tiongkok Tidak Menepati Janji: Warga Hong Kong di Pengasingan

Jumat ini menandai peringatan 25 tahun Inggris menyerahkan Hong Kong kembali ke rezim Tiongkok.

Bagi Hong Kong, peralihan itu datang dengan janji dari Beijing.

Kini, seorang seniman Hong Kong yang melarikan diri dari rumahnya, m0emberi tahu NTD apa yang terjadi, ketika janji tidak ditepati.

Eddie Aitken membawakan kita lebih banyak tentang ini.

Hanya 400 mil dari Hong Kong, Taiwan melihat arus masuk warga Hong Kong baru-baru ini,

Lam Wing-kee adalah salah satunya.

Mantan pemilik toko buku Hong Kong ini ditahan oleh polisi di Tiongkok selama 5 bulan karena menjual buku sensitif tentang Partai Komunis.

“Ketika Inggris memerintah Hong Kong, mereka tidak memberi kita demokrasi sejati atau kekuatan untuk memilih, tapi Inggris memberi Hong Kong ruang yang sangat besar untuk menjadi bebas. Masalahnya sekarang, bukannya Hong Kong tidak memiliki demokrasi apapun, tapi bahkan tidak memiliki kebebasan apapun.”

Ketika Hong Kong kembali ke kendali Tiongkok pada tahun 1997, Tiongkok telah berjanji untuk memerintah kota itu dalam kerangka “satu negara, dua sistem” selama 50 tahun.

Itu berarti Hong Kong akan mempertahankan sistem hukum dan politiknya sendiri serta kebebasan berbicara yang tak terbayangkan di Tiongkok daratan.

“Saya tertipu. Saya juga dibohongi, seperti kebanyakan warga Hong Kong pada 1997.”

Setelah protes pro-demokrasi pada 2019, Tiongkok memberlakukan undang- undang keamanan nasional, membuat para aktivis serta yang lainnya hidup dalam ketakutan akan ditangkap, karena berbicara.

Hong Kong masih terlihat sama, tapi sebagai seniman terkenal, Wong mengatakan, itu adalah ilusi.

“Tapi ini bukan kebebasan yang sebenarnya. Karena setiap malam, Anda tahu, saya khawatir, jika bukan untuk diri saya sendiri, bahwa polisi akan masuk ke rumah saya jam 5 pagi, atau saya akan mengkhawatirkan teman- teman saya, bahwa mereka ditangkap, dan ini bertahan selama hampir dua tahun.”

Meski Wong merasa aman di Taiwan, hidup sebagai orang buangan tidak mudah, dan butuh beberapa waktu baginya untuk terbiasa dengan rumah barunya.

“Tapi saya pikir hidup bebas lebih penting dari apa pun.”

Lam dan Wong sering berpartisipasi dalam protes terhadap Tiongkok, yang terbaru, menghadiri peringatan di Taipei, untuk menandai peringatan Pembantaian Lapangan Tiananmen, – sebuah tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa demokrasi.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI