Fokus

Tirani Teknologi Rezim Tiongkok

Beijing telah mencapai tingkat kontrol yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Terutama di wilayah Xinjiang, atas kelompok etnis yang bernama Uighur.

Dari nomor ponsel hingga DNA, otoritas telah mempersenjatai teknologi terhadap rakyat.

Penyebaran metode sensor dan pengawasan Komunis Tiongkok membuat terkejut.

Kongres AS mengadakan sidang pada hari Rabu (17 Nov) untuk membahas masalah tersebut.

Dalam sambutan pembukaannya, Senator ketua, Jeff Merkley, menggambarkan bagaimana rezim komunis Tiongkok menggunakan teknologi dengan cara yang jahat.

Merkley: “Teknologi ini menawarkan pemerintah, tingkat kontrol yang belum pernah ada sebelumnya, dimungkinkan oleh sejumlah besar pengumpulan informasi dari ponsel, dari komputer pribadi, DNA, kamera keamanan, dan banyak lagi.”

Para peserta sepakat, Buku ‘1984’ karya George Orwell bukan lagi fiksi ilmiah, tapi Tiongkok masa kini.

Mereka berbicara tentang banyak wajah tekno-otoritarianisme Komunis Tiongkok.

Chris Smith, anggota Kongres AS: “Great Firewall sekarang mencegah warga Tiongkok dari keterlibatan global. Salah satu sistem sensor internet paling canggih dan luas, yang pernah ada di dunia.”

Provinsi Xinjiang di Barat Laut Tiongkok adalah rumah bagi 12 juta orang dari etnis minoritas.

Sebagian besar adalah orang Uighur.

Tragisnya, mereka menderita di bawah kendali PKT yang semakin ketat.

Kisah kita hari ini akan fokus pada Xinjiang.

Geoffrey Cain adalah seorang jurnalis investigasi di Tiongkok, dan penulis buku “The Perfect Police State.”

Dia mewawancarai 168 orang Uighur selama tiga setengah tahun.

Dan bukunya mendokumentasikan banyak kasus pelanggaran HAM.

Kunjungan Cain sebelumnya ke ibu kota Xinjiang hanya berlangsung 3 hari, kemudian dia ditahan, dan diminta untuk pergi.

Cain: “Sejak 2016, Republik Rakyat Tiongkok telah melakukan eksperimen yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kontrol sosial di wilayah ini. Tiongkok telah menerapkan teknologi baru dan kecerdasan buatan, pengenalan wajah, pengenalan suara, serta pengumpulan data biometric untuk menindas rakyatnya dengan cara baru dan belum pernah ada.”

Cain mengatakan banyak orang yang diwawancarainya, menyebutkan kesamaan, yaitu, banyak perusahaan teknologi tinggi Tiongkok, termasuk Huawei, sedang mengerjakan inovasi yang kemudian digunakan untuk melakukan penyiksaan psikologis pada rakyat Tiongkok.

Cain: “Ketika pengungsi dan mantan tahanan kamp mengatakan penyiksaan psikologis, yang mereka maksudkan adalah perasaan terus-menerus diawasi, bukan oleh manusia, tapi oleh algoritma perangkat lunak kejam yang dirancang untuk memprediksi kejahatan dan tindakan terorisme di masa depan dengan tingkat dan akurasi.”

Cain memberi tahu kami bahwa orang yang diwawancarainya sangat ketakutan, bahwa mereka akan ditandai sebagai penjahat potensial di bawah pengawasan PKT, hingga mereka tampaknya mengembangkan sistem sensor diri mereka sendiri.

Cain: “Mereka melatih diri mereka seperti mesin, atau robot, mampu menjawab setiap pertanyaan dari polisi dengan cara yang telah diprogram, menekan perasaan, pikiran, dan keinginan mereka sendiri dalam prosesnya.”

Beberapa orang yang diwawancarai, yang telah ditahan, mengatakan bahwa narapidana lain di kamp konsentrasi Xinjiang ditekan sedemikian rupa hingga mereka tidak memiliki kepribadian dan bahkan ekspresi.

Mereka memberi tahu Cain bahwa “Seolah-olah mereka memiliki ingatan yang dihapus”.

Dan Anggota Kongres, Jim McGovern menyuarakan keprihatinan tentang kerja paksa di Xinjiang.

Dia mengatakan audit di wilayah tersebut tidak dapat diandalkan, membuat pengawasan terhadap masalah ini meragukan.

Dan bertanya-tanya apakah pengawasan menambah masalah.

Cain menanggapi dengan pasti ‘ya.’

Cain: “Ada masalah serius dari pengawasan ekstrem, dengan begitu saja mengalahkan fungsi audit apa pun yang ada di dalam perusahaan multinasional atau Amerika khas Anda yang beroperasi di wilayah Xinjiang.”

PKT menginginkan kendali penuh.

Sebuah laporan BBC pada bulan Mei, mengatakan bahwa PKT bahkan menggunakan AI untuk mendeteksi keadaan emosi orang, dan mereka sedang menguji teknologi itu pada orang-orang Uighur.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI