Media pemerintah China baru-baru ini mendorong berita tentang seorang penyanyi Taiwan yang menerima transplantasi jantung dan hati di China. Berita ini segera menuai diskusi di luar negeri, termasuk kekhawatiran mengenai sumber organ tersebut. Beijing telah lama dituduh mengambil organ secara paksa. Sementara itu, sebuah jurnal transplantasi yang dipublikasikan tahun 2023 menyoroti kecenderungan baru yang mengerikan di antara dokter China, yaitu penggunaan organ bayi. Sebagai peringatan, video mungkin berisi konten yang mengganggu bagi sebagian pemirsa.
Menemukan kecocokan organ antara pasien dan donor, adalah sangat jarang. Yang lebih jarang lagi, menemukan kecocokan pada jantung dan hati sekaligus. Menurut Tang, seorang penyanyi Taiwan terkenal, ia bisa mendapatkan dua transplantasi itu dalam beberapa bulan. Yang lebih mengejutkan lagi, kedua transplantasi berasal dari orang yang sama. Rumah sakit China yang melakukan transplantasi berkata si donor menderita mati otak.
[Huang Shih-Wei, Wakil Ketua Asosiasi Internasional Taiwan Peduli Transplantasi Organ]:
“Sistem Partai Komunis China benar-benar tidak transparan. Tidak terbuka bagi publik. Hanya mereka yang tahu apa yang terjadi didalam. Tapi mereka terus menggunakan selebriti dan individu-individu untuk berbicara mewakilkan mereka. Kita tahu PKC memberi pejelasan yang sama persis untuk semua sumber. Misalnya, mereka mengklaim organ berasal dari donor yang menderita mati otak akibat trauma. Mereka akan bicara apapun yang dibutuhkan, tetapi tak ada yang bisa memverifikasinya.”
Huang adalah wakil ketua Asosiasi Internasional Taiwan Peduli Transplantasi Organ.
[Huang Shih-Wei, Wakil Ketua Asosiasi Internasional Taiwan Peduli Transplantasi Organ]:
“Mengenai mengapa ia pergi ke China, kami tidak jelas tentang hal itu.”
Dan mungkin ada hal yang lebih mengerikan dibalik cerita itu.
Rumah sakit China yang disorot adalah terkait dengan universitas milik negara di provinsi Zhejiang. Laporan media menuduh rumah sakit itu terlibat dalam pengambilan organ rezim China, praktek merampas organ secara paksa dari donor yang tidak bersedia, seringkali saat mereka masih hidup.
Menurut organisasi penyelidik, seperlima korban dari praktek dari pengambilan organ yang luas itu adalah para praktisi Falun Gong. Wakil kepala rumah sakit Chen Jinyu menulis di media sosial bahwa ia melakukan 370 operasi transplantasi hanya dalam tahun 2023. Itu berarti lebih dari sekali sehari.
Para pasien di AS biasanya menghabiskan bertahun-tahun berada di daftar tunggu transplantasi. Banyak yang meninggal saat menunggu.
Kembali ke kasus penyanyi Taiwan. Kepala bedah Dong Ai Qiang, masuk ke daftar hitam organisasi HAM atas tuduhan keterlibatannya dalam pengambilan organ paksa Beijing dari tahanan hati nurani. Tetapi situasi ini semakin parah. Industri transplantasi China telah memperluas sumber organnya ke para bayi.
Organ dari bayi memang menyelamatkan kehidupan anak-anak yang berada di daftar tunggu transplantasi, karena ukuran dari organ tersebut berpengaruh, sehingga pasien anak-anak membutuhkan organ yang berukuran kecil juga. Menurut Administrasi Sumber Layanan Kesehatan AS, ada lebih dari 110 organ donor anak-anak di bawah satu tahun pada 2024. Namun, dalam kasus tren baru di China, bukan ini alasannya.
Dokter China mempublikasikan jurnal pada 2023 pada Jurnal Transplantasi Amerika. Artikelnya mendiskusikan kasus mentransplantasi ginjal bayi ke pasien dewasa. Bayi-bayi itu berusia antara satu hingga tiga hari.
Dalam versi Tiktok China, seorang dokter secara terbuka memuji keefektifan transplantasi organ bayi. Semuanya mengklaim bahwa operasi dilakukan setelah para bayi itu meninggal, dan sudah mendapat ijin orangtuanya.
Komentator Urusan China Tang Jingyuan yang dulunya adalah dokter berpraktek di China, berkata bahwa perkataan itu sulit untuk dipercaya.
[Tang Jingyuan, Analis Urusan China NTD]:
“Proses persetujuan transplantasi organ dari bayi sebenarnya sangat kompleks. Pertama, dibutuhkan keputusan medis formal yang memenuhi standar legal nasional pada kematian, menkonfirmasi bahwa bayi itu benar-benar telah meninggal. Hanya setelah itu, Anda bisa lanjut ke tahap kedua. Yang kedua, tak perlu diragukan lagi, adalah persetujuan penuh dari orangtua atau wakil legal. Dan ini harus persetujuan penuh. Tambahan lagi, diperlukan juga persetujuan ketat dari komite etis. Namun, dalam banyak kasus, saat si bayi mendapatkan semua prosedur penyelamatan yang diperlukan, organ-organ seperti hati dan ginjal biasanya sudah tidak kompeten untuk transplantasi.”
Dokter Taiwan Yang Weijie juga menyetujui hal ini, berkata bahwa jika dokter mengusahakan semuanya untuk menyelamatkan si bayi dan ternyata masih gagal, waktunya tidak akan cukup untuk organ itu masih bisa dipakai untuk transplantasi. Yang memiliki pengalaman luas menangani bayi prematur.
Beberapa negara bagian AS telah mengesahkan undang-undang yang melarang warga untuk melakukan transplantasi organ di China.

