Presiden Trump menetapkan tenggat negosiasi dengan Iran, sementara kapal induk USS Gerald R. Ford dikerahkan menuju Timur Tengah. Trump menjanjikan dana miliaran dolar untuk membangun kembali Gaza pada pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington. Koresponden Mari Otsu melaporkan.
Presiden Trump memberi Iran waktu 10 hari untuk mencapai kesepakatan dengan AS serta menegaskan bahwa Iran tidak boleh terus mengancam stabilitas Timur Tengah. Trump juga mengumumkan pemesanan 22 unit bomber B-2 terbaru dan berkata bahwa armada bomber B2 adalah pelaksana Operasi Midnight Hammer musim panas lalu yang menghancurkan fasilitas nuklir Iran.
Pernyataan ini tercetus seiring AS mengirimkan kapal induk terbesar dunia, USS Gerald R. Ford ke kawasan Teluk, untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln, dan diperkirakan tiba di Mediterania Timur dalam tiga hari. Langkah ini bertepatan dengan latihan militer Rusia di Laut Oman selang beberapa hari setelah Garda Revolusi Iran melakukan latihan militer di Selat Hormuz. Gedung Putih kembali memperingatkan Teheran bahwa kesepakatan adalah satu pilihan yang paling bijak.
[Presiden Trump]:
“Dan ada beberapa hal yang harus kita selesaikan dengan Iran. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sangat sederhana. Anda tidak bisa menciptakan perdamaian di Timur Tengah jika mereka memiliki senjata nuklir. Hal itu sudah disampaikan kepada mereka dengan sangat tegas. Kita mungkin akan buat kesepakatan. Kalian akan mengetahuinya dalam 10 hari ke depan.”
Trump kembali memperingatkan Iran dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington yang dihadiri 59 negara. Trump berkata AS berkomitmen memberikan $10 miliar kepada Dewan Perdamaian dan untuk pembangunan kembali Gaza, sementara negara sekutu lain yang hadir berkomitmen menyumbang sebesar $7 miliar.”
[President Trump]:
“Berbagai masalah sulit dapat diselesaikan melalui jalan yang indah ini Saya pikir ini adalah jalan yang indah. Saya pikir ini adalah hari yang sangat penting. Segalanya indah, dan luka-luka lama dapat disembuhkan. Dan luka itu memang sudah sangat lama. Ini telah berlangsung selama berabad-abad dan seluruh planet kita akan menjadi tempat yang lebih baik, lebih aman, lebih indah, dan lebih damai bagi kita semua. Kita akan bekerja sama dengan PBB. Kita akan membawa mereka kembali.”
Sementara itu, dewan seni federal menyetujui rencana Presiden Trump untuk membangun ballroom seluas 8.360 meter persegi di Sayap Timur Gedung Putih. Melalui Truth Social, Presiden Trump memuji keputusan tersebut dan berterima kasih kepada Komisi Seni Rupa AS. Proyek yang didanai sepenuhnya oleh Presiden Trump dan donatur swasta ini ditargetkan selesai pada musim panas 2028.
