Site icon NTD Indonesia

Trump Beri Syarat Kesepakatan Nuklir AS-Arab Saudi

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Presiden Trump menyatakan bahwa kesepakatan nuklir antara Departemen Energi AS dan Arab Saudi akan disetujui, dengan syarat Arab Saudi bersedia bergabung dengan Abraham Accords. Ia menegaskan bahwa AS tidak keberatan dengan fasilitas tenaga nuklir sipil non-pengayaan.

Abraham Accords bertujuan menormalisasi hubungan antara Israel dengan Arab dan negara-negara mayoritas Muslim. Kesepakatan nuklir AS-Arab Saudi ini memberikan kerangka hukum untuk kerja sama jangka panjang di bidang teknologi dan keselamatan nuklir, yang membuka peluang besar bagi perusahaan AS dalam membangun infrastruktur nuklir di Arab Saudi.

Para pendukung menilai kesepakatan ini akan memperkuat industri nuklir AS sekaligus menekan pengaruh Rusia dan China di sektor nuklir sipil Arab Saudi. Presiden Trump menekankan tidak akan ada pengayaan material nuklir dan perjanjian ini murni untuk tujuan non-militer. Selanjutnya, kesepakatan tersebut akan diserahkan ke Kongres untuk ditinjau.

Sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa Presiden Trump akan terus berkomunikasi dengan Arab Saudi agar mereka segera bergabung dengan Abraham Accords. Kesepakatan ini akan memberikan akses prioritas bagi perusahaan AS dalam program tenaga nuklir Arab Saudi, dan akan berdampak positif bagi pekerja, industri, dan rantai pasok AS.

Bicara soal China, Gedung Putih mengindikasikan bahwa isu AI kemungkinan akan dibahas dalam pertemuan antara Trump dan Xi Jinping September mendatang.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan keprihatinan atas praduga bahwa China telah mencuri teknologi AI milik AS dan menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga dominasi Amerika Serikat dalam persaingan AI global.

Gedung Putih juga menyoroti soal bangkitnya sosialisme dan komunisme di dalam kubu Demokrat. Leavitt berkata bahwa mayoritas warga AS telah paham akan bahaya komunisme, sebagaimana terlihat dari kegagalan Kuba. Ia menekankan bahwa Presiden sangat keberatan apabila paham komunis menggantikan dan menguasai Amerika.