Presiden Trump bertemu dengan pemimpin China Xi Jinping selama dua jam pada hari kedua kunjungannya ke China. Setelah pertemuan, keduanya merilis pernyataan yang menunjukkan perbedaan jelas terkait isu Taiwan. Menlu AS Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent memberikan pernyataan lebih lanjut usai pembicaraan. Berikut ulasan lengkapnya.
Dalam pernyataan resmi pasca pertemuan Trump-Xi, pihak AS tidak menyinggung isu Taiwan. Sebaliknya, Beijing merilis peringatan keras. Xi Jinping menegaskan bahwa Taiwan adalah isu paling krusial dalam hubungan kedua negara. Beijing memperingatkan bahwa salah penanganan masalah ini dapat memicu konfrontasi hingga konflik. Meski demikian, pernyataan China tersebut tidak menyertakan tanggapan dari Presiden Trump.
Berbicara dalam wawancara NBC, Menlu AS Marco Rubio menegaskan bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah.
[Marco Rubio, Menlu AS]:
“Kami selalu menegaskan poin tersebut. Kami memahami posisi mereka, namun kami selalu menjawab bahwa segala bentuk paksaan untuk mengubah status quo saat ini akan menjadi masalah. Kebijakan kami terkait hal itu tetap tidak berubah.”
Salah satu perkembangan penting selama kunjungan itu adalah kehadiran Pete Hegseth dalam delegasi AS. Ia adalah Menham AS pertama yang mendampingi presiden ke China sejak kunjungan bersejarah Richard Nixon pada 1972. Para analis menilai langkah ini sebagai sinyal dibukanya kembali jalur komunikasi militer antara Washington dan Beijing.
Terkait penjualan senjata ke Taiwan, Presiden Trump menyatakan akan membahas langsung dengan Xi Jinping. Ini adalah pertama kali seorang presiden AS terbuka untuk merundingkan isu tersebut dengan Beijing sekaligus menyimpang dari Enam Jaminan 1982 yang menyatakan AS tidak akan berunding dengan China terkait penjualan senjata ke Taiwan.
Menlu AS, Marco Rubio menjelaskan bahwa keputusan soal Taiwan sangat bergantung pada persetujuan anggaran dari Kongres. Meski Desember lalu, AS baru saja menjual senjata ke Taiwan yang memicu kemarahan Beijing, Rubio menegaskan bahwa Presiden akan bertindak sesuai dengan ketetapan dan alokasi dana yang diputuskan Kongres.
Sementara itu, Menteri keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Presiden Trump sangat memahami sensitivitas isu ini dan akan memberikan penjelasan lebih lanjut dalam waktu dekat. Ia juga menekankan bahwa keraguan pihak luar terhadap sikap Trump hanyalah bentuk ketidakpahaman atas gaya negosiasinya.
Menanggapi pernyataan Xi Jinping bahwa kemerdekaan Taiwan akan membawa risiko besar bagi perdamaian, pemerintah Taiwan menegaskan bahwa risiko sebenarnya justru berasal dari upaya Partai Komunis China untuk merusak status quo dan eksistensi negaranya.
Pasca-pertemuan Trump Xi, pihak China berkata kedua pihak menyepakati kerangka kerja strategis yang stabil untuk tiga tahun ke depan. Pada perjamuan malam harinya, Presiden Trump mengundang Xi Jinping dan istrinya untuk mengunjungi Gedung Putih pada 24 September mendatang.

