Pada rapat kabinet ke-7, Presiden Trump menyoroti penurunan angka kejahatan di Washington D.C. dan mengumumkan langkah baru yang tegas yang akan dilakukan pemerintahannya. Koresponden Mari Otsu melaporkan dari Gedung Putih.
Presiden Trump berkata pemerintahannya akan mengupayakan hukuman mati untuk kasus pembunuhan di DC.
[Donald Trump, Presiden AS]:
“Jika seorang melakukan pembunuhan di ibu kota, di Washington DC, kami akan mengupayakan hukuman mati.”
Presiden menyebut ini sebagai langkah preventif yang ampuh yang harus diterapkan oleh pemerintahannya di ibu kota. Namun, ia menegaskan bahwa negara bagian lain akan memutuskannya sendiri.
Gedung Putih mengumumkan bahwa penegakan hukum di D.C. berhasil menurunkan angka kejahatan, pembegalan turun 86%, pembunuhan turun 60% dan belum ada kasus pembunuhan dalam dua minggu terakhir.
Gubernur Maryland, Wes Moore, menolak usulan tersebut dan menyebutnya tidakkonstitusional. Namun Trump mengklaim bahwa awalnya Moore memuji rencana Trump dalam percakapan pribadi sebelum mengkritiknya secara terbuka di televisi
Dalam rapat tersebut, Trump meminta wartawan NTD, Iris Tao, untuk membagikan pengalamannya tentang peristiwa pemukulan yang dialaminya di luar apartemennya di DC.
Trump: “Lalu dia memukulmu sangat keras.”
Reporter NTD : “Ya.”
Trump: “Sungguh ajaib Anda tidak ditembak. Itu…”
Reporter NTD : “Saya merasa dilindungi Bapak Presiden. Terima kasih telah membuat DC aman bagi kami, keluarga kami, orang tua saya, dan sekarang bayi saya dalam kandungan. Terima kasih banyak.”
Iris bersyukur karena lolos dari musibah dan berterima kasih kepada Presiden karena telah membuat kota lebih aman.

