Situasi memanas setelah AS menyita sebuah kapal Iran bernama Touska yang berangkat dari China. Presiden Trump menanggapi pertanyaan mengenai apa yang ada di dalam kapal tersebut pada hari Selasa.
[Presiden Trump]:
“Kami menangkap sebuah kapal kemarin yang mengangkut beberapa barang yang tidak terlalu baik, mungkin hadiah dari China, saya tak tahu. Tapi saya terkejut karena saya berhubungan baik, saya pikir saya ada kesepahaman dengan Presiden Xi.”
Kapal Touska mencoba menerobos blokade AS meski telah diberi peringatan berulang kali untuk berbalik arah.
Kapal ini memiliki beberapa tanda bahaya, pertama, ia adalah bagian dari perusahaan pelayaran milik negara Iran yang dikenai sanksi oleh AS, Inggris dan Uni Eropa. Sanksi dikenakan karena perusahaan kapal memfasilitasi aktivitas ilegal Iran, dan juga sering mengunjungi China.
Data maritim menunjukkan kapal menghabiskan sebagian besar waktu tahun lalu berlayar antara China dan Iran. Baru-baru ini kapal Touska juga singgah di Shanghai dan Zhuhai, terutama di pelabuhan Gaolan. Tempat itu adalah pusat industri berat dan penyimpanan bahan kimia cair untuk bahan bakar roket padat rudal balistik.
Presiden Trump mengatakan beberapa hari yang lalu bahwa pemimpin China Xi Jinping telah memberinya jaminan bahwa China tidak akan memasok senjata ke Iran. Sebelum itu, Trump mengancam tarif 50% terhadap China jika terbukti melakukan hal sebaliknya.
Pekan lalu, muncul laporan bahwa satelit mata-mata China kemungkinan membantu Iran memantau dan berpotensi menargetkan aset militer AS di Timur Tengah. Laporan intelijen CNN sebelumnya menyebutkan China sedang bersiap mengirim rudal bahu ke Iran di tengah perang.
Masih belum ada konfirmasi resmi dari Iran mengenai pembicaraan damai tahap kedua. Presiden Trump mengatakan operasi militer kemungkinan akan dilanjutkan jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.
