Site icon NTD Indonesia

Trump Membatalkan Larangan TikTok

Donald Trump

Donald Trump

Serahkan setidaknya setengah kepemilikan TikTok atau bersiaplah menghadapi tarif hingga 100%.

Itulah pesan dari presiden Trump ke Beijing, saat ia mengungkap kebijakan China-nya untuk empat tahun ke depan.

Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menunda larangan TikTok selama 75 hari pada hari Senin.

Inilah yang dia katakan tentang rencananya.

“Jika kita ingin membuat kesepakatan dengan Tik Tok, dan itu adalah kesepakatan yang bagus, dan China tidak akan menyetujuinya, maka, saya pikir pada akhirnya mereka akan menyetujuinya. Karena kita akan menempatkan tarif pada China, mungkin, saya tidak mengatakan saya akan melakukannya, tapi Anda tentu bisa melakukannya. Ada begitu banyak produk berbeda yang dibuat di China, tidak ada yang pernah mengeluh tentang itu. Satu-satunya yang mereka keluhkan adalah TikTok, dan TikTok sebagian besar adalah orang muda. Saya kira saya memiliki tempat yang hangat untuk Tik Tok yang tidak saya miliki pada awalnya.”

Perintah eksekutif itu memberi Pemerintahan Trump 75 hari untuk menemukan solusi.

Dengan memiliki setengah dari TikTok, AS dapat mengawasi platform tersebut di berbagai bidang termasuk keamanan data dan tinjauan feed.

Pada rapat umum hari Minggu, Trump mengusulkan untuk mentransfer kepemilikan TikTok ke perusahaan patungan.

“Anda tahu, jika Anda tidak menyetujuinya, mereka kehilangan bisnis, mereka tidak bernilai apa-apa. Jika Anda menyetujuinya, mereka bernilai seperti satu triliun dolar, mereka bernilai beberapa angka gila. Jadi saya bilang, saya akan menyetujui, tapi biarkan Amerika Serikat memiliki 50% dari TikTok. Saya menyetujui atas nama Amerika Serikat. Sehingga mereka akan memiliki mitra di Amerika Serikat, dan mereka akan memiliki banyak penawar. Dan Amerika Serikat akan melakukan apa yang kita sebut usaha patungan, dan tidak ada risiko. Kita tidak mengeluarkan uang, yang kita lakukan hanyalah memberi mereka persetujuan, yang tanpanya mereka tidak memiliki apa pun. Jadi, saya tidak tahu, itu kedengarannya, sepertinya berhasil. Bagaimana menurut Anda, bagus?”

CEO TikTok, Shou Zi Chew, telah bekerja sama erat dengan tim Trump selama beberapa hari terakhir, dia juga terlihat di upacara pelantikan presiden AS tersebut.

TikTok menyatakan terima kasihnya atas upaya Trump, untuk mempertahankan operasi perusahaan itu di AS, setelah larangan federal menutupnya selama 14 jam.

Mari kita lakukan tinjauan singkat tentang 48 jam kritis TikTok selama akhir pekan.

TikTok saat ini kembali online bagi banyak pengguna Amerika yang mengunduhnya, tapi belum kembali ke toko aplikasi.

Perusahaan itu mulai memulihkan layanannya bagi mereka yang telah mengunduh aplikasi, beberapa jam setelah Trump mengatakan, dia akan mencoba membantunya bertahan di pasar AS.

Layanan TikTok tiba-tiba offline Sabtu malam, itu karena perusahaan induknya yang berbasis di Beijing, ByteDance, gagal menjual operasinya di AS pada 19 Januari, yaitu hari Minggu.

Menurut undang-undang federal yang ditandatangani oleh mantan Presiden Biden, aplikasi tersebut tidak punya pilihan, selain menghadapi larangan nasional.

TikTok memiliki lebih dari 170 juta pengguna di AS.

Aplikasi tersebut menghadapi kritik karena hubungannya dengan Partai Komunis China.

Anggota parlemen mengatakan aplikasi itu dapat berfungsi sebagai kuda troya bagi China, untuk memanen data pengguna Amerika, serta memengaruhi anak-anak Amerika dengan konten negatif.

Dukungan Trump untuk TikTok adalah pembalikan dari tahun 2020, saat dia mencoba memblokir aplikasi tersebut di AS.

Sekarang dia menghadapi tanggapan beragam atas keputusannya untuk mempertahankan TikTok.

Senator Tom Cotton dari Arkansas, dan mantan duta besar untuk Jepang, Rahm Emanuel, mengatakan mereka menentang keputusan Trump.

Sebaliknya komite khusus DPR AS tentang PKC, mengatakan bahwa Presiden Trump adalah orang yang tepat untuk menciptakan TikTok yang lebih aman, yaitu yang tidak dikendalikan oleh musuh asing yang berbahaya.

Ketua DPR AS, Mike Johnson mengatakan pada hari Minggu, bahwa dia berpikir, Kongres akan menegakkan hukum yang melarang aplikasi tersebut.

Dan untuk pertama kalinya, China memberi sinyal pada hari Senin, bahwa mereka terbuka terhadap gagasan menjual TikTok ke perusahaan AS.

Aplikasi tersebut telah menolak sejumlah tawaran dari calon pembeli AS, termasuk mantan menteri keuangan AS, Steven Mnuchin dan mesin pencari AI, Perplexity.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI